BI Uji Coba QRIS di China, Target Implementasi Akhir Tahun

Ilustrasi-transaksi-Qris2.jpg
Ilustrasi transaksi nontunai menggunakan QRIS. (via Suara.com)

RIAU ONLINE - Bank Indonesia (BI) menargetkan penggunaan metode pembayaran digital QRIS bisa digunakan di China pada akhir tahun mendatang.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menuturkan, BI telah melakukan uji coba atau sandboxing QRIS di wilayah Tiongkok sejak 17 Agustus.

"Nah jadi mudah-mudahan, Insyaallah akhir tahun kita bisa implementasi yang QR Indonesia Tiongkok dua sisi, baik inbound maupun outbound," ujarnya, dikutip dari KUMPARAN, Rabu, 20 Agustus 2025.

Filianingsih menambahkan, implementasi di China akan dilakukan secara outbound maupun inbound, berbeda dengan di Jepang yang hanya Outbound.


"QRIS dengan Jepang itu Indonesia outbound, jadi artinya orang Indonesia yang ke Jepang bisa memakai QRIS, Japanese QR di Jepang dengan men-scan QRIS kita," terangnya.

Per Juli 2025, BI juga mencatat volume pembayaran digital melalui QRIS tumbuh sangat tinggi mencapai 162,77 persen year on year (yoy). Secara keseluruhan, transaksi pembayaran digital juga meningkat 54,30 persen mencapai 4,44 miliar transaksi.

Selain QRIS, volume transaksi aplikasi mobile dan internet meningkat masing-masing sebesar 26,07 persen yoy dan 12,68 persen yoy.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST juga tumbuh 37,56 persen yoy mencapai 414,62 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 1.016,48 triliun di sepanjang Juli 2025.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 959,32 ribu transaksi dengan nilai sebesar Rp 19.791,94 triliun. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) juga turut tumbuh 9,68 persen yoy menjadi Rp 1.141,83 triliun.