Sembuh dari Corona, Hyun Park Sebut Kepanikan dan Ketakutan Tidak Membantu

Hyun-Park-pasien-virus-corona-yang-berhasil-sembuh.jpg
(Hyun Park/Facebook)

RIAU ONLINE, SEOUL-Laporan kesembuhan pasien dari Korea Selatan yang menjadi negara keempat terparah yang dihantam virus corona. Dari sekian banyak pasien yang sembuh di Korea Selatan, ada cerita yang datang dari seorang pria berusia 48 tahun, Hyun Park, tentang bagaimana ia bisa pulih dari penyakit COVID-19.


“Mungkin ini terakhir kalinya saya memposting untuk sementara ini. Saya masih harus fokus pemulihan tubuh akibat virus corona dan efek samping obat,” tulis Hyun Park, dalam postingannya di Facebook. 

Awal gejala
Mimpi buruk itu berawal pada Jumat, 21 Februari 2020, ketika ia merasakan sakit tenggorokan dan batuk kering. Tak ada curiga sedikitpun, Hyun hanya berpikir mungkin ini akibat pengaruh cuaca ekstrem musim dingin yang kering. Segelas air hangat pikirnya bisa menghentikan batuk yang mulai menjangkiti tubuhnya. 

Di hari yang sama, Hyun mendapat laporan kasus virus corona pertama di daerah tempat tinggalnya. Keesokan harinya, ia mulai merasakan sesak di sekitar dada, Hyun kemudian memutuskan untuk tinggal di rumah, tidak pergi ke gym sebagaimana rutinitasnya sehari-hari.


“Bukan karena merasa tidak enak, tetapi karena pasien virus corona dilaporkan di dekat tempat saya tinggal,” ungkap Hyun. 
Seiring berjalan waktu, sesak di dada Hyun semakin parah. Begitupun dengan laporan pasien virus corona yang semakin hari semakin bertambah. Tiga hari sejak gejala awal, Hyun mengalami dyspnoea atau sesak napas. Ia lantas menghubungi layanan darurat virus corona, namun nomor yang dituju selalu sibuk. Tak habis pikir, Hyun kemudian menghubungi pusat kesehatan pemerintah daerah.


Alih-alih dibawa ke rumah sakit, ia justru disarankan untuk bertahan di rumah dengan tidak direkomendasikan tes virus corona karena terlalu banyak laporan yang sama, dan petugas kesehatan berpikir kemungkinan Hyun positif COVID-19 sangat kecil. 

 


Namun, karena kondisinya semakin memburuk, Hyun memutuskan untuk kembali menelepon fasilitas kesehatan. Dalam panggilan yang ketiga, ia akhirnya dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk melakukan tes virus corona. Sesampainya di sana, antrean sudah mengular panjang.


“Mereka mengatakan kepada saya, bahwa saya harus menunggu selama 4 jam dalam antrean,” papar Hyun. 
Sayang, belum empat jam mengantre, Hyun tumbang karena kembali merasakan sesak di dadanya. Ia jatuh tersungkur di tengah antrean panjang, kepalanya membentur lantai dengan sangat keras. Hyun dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan mendapatkan perawatan di kepalanya, begitupun dengan tes virus corona yang sedari tadi ia tunggu. 

Hasil tes keluar dalam waktu 24 jam, jadi ia harus benar-benar harus menunggu dan dikarantina di dalam rumahnya. Hyun juga memberitahu dokter tentang riwayat dengan siapa ia kontak selama seminggu terakhir. Kemudian pada 25 Februari 2020, pukul 11.20, ia menerima sebuah pesan singkat. Pesan itu datang dari rumah sakit yang memberitahu bahwa Hyun positif mengidap SARS-CoV-2, virus corona penyebab penyakit COVID-19.


Ironisnya, setelah kabar buruk itu diterima, Hyun harus menunggu lagi selama 24 jam untuk dipindahkan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas isolasi. Rabu, 26 Februari 2020, ia akhirnya dibawa ke rumah sakit. Hyun dirawat di ruang isolasi tekanan negatif. Dokter langsung melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari mengambil CT Scan, darah, rontgen, dan beberapa tes lainnya. Ia juga segera diberikan suplai oksigen dan beberapa obat untuk meringankan gejalanya.

“Berkat suplai oksigen, saya merasa sedikit lebih baik untuk bernapas, tetapi merasa seperti memiliki pelat logam berat di dada, dan perut saya seperti terbakar setelah minum obat.” paparnya. 
Sejak saat itu, Hyun mengalami kondisi yang naik turun, kendati semakin hari semakin membaik. Menurutnya, untuk dua hari pertama, efek samping obat yang diresepkan dokter sangat menyiksa. 
Masa penyembuhan
Selama perawatan, Hyun diberikan obat berbeda-beda. Ini tak lain karena belum ada vaksin untuk virus SARS-CoV-2. Ia harus mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping menyakitkan, dokter memantau apakah tubuh Hyun bisa menyesuaikan dengan obat-obatan tersebut atau tidak. Dokter berhenti memberi Hyun obat di hari ke-8 ia dirawat, hasil tes lebih lanjut bahkan menunjukkan bahwa Hyun negatif virus corona. Artinya, ia berhasil pulih dan sembuh dari penyakit COVID-19.


9 hari dirawat, tes kedua mempertegas bahwa Hyun memang negatif SARS-CoV-2 dan secara resmi dinyatakan telah pulih dari sakit COVID-19. Walau begitu, dokter tetap merekomendasikannya untuk menjalani karantina selama 14 hari tambahan, dengan alasan ada kasus pasien yang dinyatakan negatif, tapi beberapa hari kemudian positif lagi. 

aat ini, Hyun sedang dalam masa pemulihan. Ia berharap ceritanya dapat membantu orang-orang agar terhindar dari virus corona dengan melakukan upaya pencegahan yang telah banyak direkomendasikan WHO.


“Saya sangat berharap kamu dan orang yang kamu cintai tetap sehat dan jauh dari virus jahat ini. Kita perlu tetap sehat dan senantiasa menjaga kondisi tubuh dengan baik, serta sistem kekebalan tubuh tinggi. Ketakutan dan kepanikan sama sekali tidak membantu kita. Dan juga, kita seharusnya tidak menganggap ini sebagai hal yang ringan. Kita tidak perlu panik. Tapi kita harus hati-hati!” tulis Hyun

 Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com