RIAU ONLINE - Ratusan personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
"Kita ingin pencegahan dilakukan sejak awal. Personel yang datang tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membangun kesadaran dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar karhutla tidak terjadi," kata Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan usai menyambut pasukan Satgas Pencegahan Karhutla di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, TNI mengerahkan 583 personel penyuluh yang terdiri atas 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah dari matra Darat, Laut, Udara, serta Markas Besar TNI.
Menurut Andy, penanganan karhutla tidak cukup mengandalkan tindakan pemadaman saat kebakaran sudah terjadi. Pencegahan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana selama periode musim kemarau.
"Pencegahan harus dilakukan bersama. Edukasi, kesadaran, dan kepedulian masyarakat adalah fondasi utama agar karhutla bisa ditekan sejak dini," ujarnya.
Selain di Kalimantan Timur, personel penyuluh karhutla TNI juga dikerahkan secara bertahap ke sejumlah provinsi lain yang memiliki kerentanan serupa, meliputi Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, dan Kalimantan Utara.
Penguatan lintas wilayah ini menjadi bagian dari komitmen penuh TNI dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi risiko bencana karhutla secara nasional.
Melalui pengerahan personel penyuluh dan tim khusus ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif guna menekan titik api langsung di lapangan.(ANTARA)

