RIAU ONLINE, IRAN - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari udara dan laut, menurut laporan Reuters pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Presiden AS Donald Trump sempat memperingatkan Iran untuk tidak melanjutkan program nuklir mereka, tetapi Teheran menolak semua tawaran.
"Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka untuk tidak pernah melanjutkan upaya milisi mereka dalam mengembangkan senjata nuklir. Kami berulang kali berupaya untuk mencapai kesepakatan, ... tetapi Iran menolak. Mereka menolak setiap kesempatan," kata Trump, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, Iran telah mencoba untuk menghidupkan kembali program nuklir negara tersebut dan sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu mencapai Eropa, dan berpotensi juga mencapai AS.
Trump menambahkan bahwa AS akan menghancurkan rudal dan industri rudal Iran serta Angkatan Laut Iran.
Pada Jumat 20 Februari 2026 lalu, Trump sempat menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan serangan terbatas terhadap Iran.
Trump juga menyerukan kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan, dan memperingatkan bahwa jika tidak, Iran akan menghadapi "hari yang buruk."
Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin, 23 Februari 2026 mengatakan bahwa Iran akan menganggap bahkan serangan terbatas oleh AS sebagai tindakan agresi. (ANTARA)

