Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatra

Sawah-warga-diterjang-banjir-bandang.jpg
Area persawahan milik warga yang berada di dekat danau Singkarak turut terdampak banjir bandang. (Foto: Wawan Kurniawan/ANTARA FOTO)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran untuk pemulihan sawah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian mengatakan, anggaran yang disiapkan sekitar Rp5 triliun.

"Sudah dianggarkan Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman) sekitar Rp5 triliun untuk itu," kata Sam, dikutip dari ANTARA, Selasa, 13 Januari 2025.

Sam mengatakan, penganggaran ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan lahan pertanian rusak terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah menjadwalkan kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak di Aceh pada Kamis, 15 Januari 2025 mendatang.


Peresmian pemulihan sawah terdampak bencana itu dijadwalkan akan dipimpin langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Selain Aceh, penanganan serupa juga dilakukan serentak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dengan kehadiran tim teknis Kementerian Pertanian untuk mempercepat proses rehabilitasi sawah terdampak bencana.

"Jadi hari Kamis pagi acara di Aceh untuk groundbreaking, artinya start untuk rehabilitasi lahan yang terdampak untuk tiga provinsi. Jadi Pak Menteri posisinya di sana (Aceh), tapi teman-teman ada di Sumatera Utara, juga di Semata Barat," jelas Sam.

Lebih lanjut dua mengatakan Kementerian Pertanian bertanggung jawab menangani sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, sementara kerusakan berat akan dikoordinasikan bersama kementerian teknis lain sesuai kewenangan masing-masing secara terintegrasi.

"Jadi bukan Kementerian Pertanian semua, kalau yang berat PU (Kementerian Pekerjaan Umum) nanti, kalau yang sedang sampai ringan dari kami. Di kami akan membentuk kembali lahannya sampai menanam (pertanian), kita tangani, sampai bantuan peralatan (alat mesin pertanian)," beber Sam.

Langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, perbaikan saluran, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani.

Pemerintah menargetkan seluruh rehabilitasi sawah terdampak dapat diselesaikan pada musim tanam pertama, sehingga petani tetap dapat berproduksi dan tidak kehilangan kesempatan tanam sebagai kontribusi ketahanan pangan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tidak akan ada biaya yang dibebankan kepada petani dalam perbaikan sawah yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera dan seluruh tahapan akan dipastikan berjalan cepat. (ANTARA)