Pencarian Korban Bencana di Sumatra Berlanjut Hingga Evaluasi 8 Januari

kawasan-hulu-DAS-aceh.jpg
Pantauan udara yang dilakukan KLH/BPLH memperlihatkan pembukaan kawasan hulu DAS untuk perkebunan dalam peninjauan Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq ke Aceh, Minggu, 14 Desember 2025. (ANTARA/HO-KLH/aa.)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Operasi pencarian dan pertolongan bagi korban bencana di sejumlah wilayah di Sumatra masih terus dilanjutkan hingga fase tanggap darurat provinsi dievaluasi pada 8 Januari 2026 mendatang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

"Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi nanti dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari," tuturnya.

Abdul Muhari mengatakan sampai dengan hari ini, perpanjangan tanggap darurat masih dilakukan di sembilan daerah di Aceh dan sembilan daerah masuk ke dalam transisi darurat di provinsi tersebut.



"Jadi ini kita harapkan pergeseran dari tanggap darurat ke transisi darurat akan diikuti oleh kabupaten/kota lain pada saat nanti perpanjangan tanggap daruratnya berakhir," tuturnya.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara fase transisi darurat dilakukan di 14 daerah dan dua daerah sudah berakhir. Di Sumatera Barat, 11 daerah sudah melakukan transisi dan dua daerah sudah berakhir.

Data BNPB menunjukkan sampai dengan hari ini terdapat 1.178 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jumlah orang menghilang mencapai 147 orang dan 242.174 orang masih mengungsi.

Saat ini jumlah pengungsi paling banyak berada di Aceh sebanyak 217.780 orang, disusul Sumatera Utara sebanyak 13.540 orang dan Sumatera Barat 10.854 orang.

Korban jiwa terbanyak juga berada di Aceh dengan 543 orang meninggal dunia, Sumatera Utara sebanyak 371 orang meninggal dunia dan 264 orang di Sumatera Barat. (ANTARA)