RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II penuh. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mencatat 1.000 ton sampah per hari memenuhi TPA Muara Fajar II.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, ribuan sampah per hari telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, hanya sekitar 800-900 ton per hari.
"Sudah beberapa bulan ini 1.000 ton per hari, jadi kita siapkan lagi lahan yang di belakang. Tapi itu harus digali dulu," katanya di Pekanbaru, Senin, 6 Oktober 2025.
Reza Aulia menjelaskan luas lahan TPA Muara Fajar II, Kecamatan Rumbai ada 8 hektare (ha), yang beroperasi sekarang sekitar 4 ha. Sementara saat ini, sampah kian menggunung hingga mencapai 25 meter, jadi diperlukan 4 ha lahan belum terpakai itu.
Pemerintah Kota Pekanbaru tengah melakukan kerja sama dengan pihak swasta, untuk mengurai sampah di TPA untuk dijadikan energi listrik. Namun, saat ini kerja sama itu masih menanti Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola dan kerja sama yang dilakukan.
Lebih lanjut dia mengimbau kepada masyarakat untuk memilah sampah yang akan diangkut oleh lembaga pengelola sampah masing-masing kelurahan. Pemilahan yakni antara sampah organik dan nonorganik.
Selain itu pihaknya juga masih menunggu Perpres untuk mengelola sampah di TPA Muara Fajar, Rumbai menjadi energi listrik. Kerja sama pengelolaan sampah tersebut mesti diatur melalui Perpres terkait pengolahan sampah.
Pada Perpres nanti akan ditetapkan tarif energi listrik dari pengelolaan sampah yang dijual ke Perusahaan Listrik Negara. Hal itu dilakukan Pemkot Pekanbaru bekerja sama dengan PT Indonesia Clean Energy (ICE) untuk mengolah gunungan sampah di TPA Muara Fajar menjadi energi listrik.(ANTARA)

