RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih kepala PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, mencatatkan enam kemenangan dari total 19 pertandingan yang telah dijalaninya bersama tim berjuluk Askar Bertuah sejak kembali ditunjuk pada Oktober 2025.
Aji Santoso sejatinya bukan sosok asing bagi PSPS. Pada musim 2024–2025, ia sukses membawa PSPS melaju hingga babak 8 besar Liga 2, bahkan menembus semifinal perebutan tempat ketiga.
Namun, langkah PSPS harus terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari Persijap Jepara dalam laga penentuan promosi ke Liga 1. Kekalahan tersebut memastikan Persijap Jepara naik kasta ke Liga 1, sementara PSPS harus kembali berjuang di Liga 2.
Aji kemudian kembali “diterbangkan” ke Pekanbaru pada 13 Oktober 2025 usai berpisah dengan Persela Lamongan. Ia menjalani debut keduanya bersama PSPS saat menghadapi Sumsel United pada 18 Oktober 2025.
Kehadiran Aji Santoso menggantikan pelatih sebelumnya, Ilham Romadhona, yang mundur diawal putaran pertama setelah mendapat kritik tajam dari suporter akibat hasil minor.
Ilham hanya memimpin tiga pertandingan dengan catatan dua kali imbang dan satu kekalahan.
Selama menangani PSPS, Aji Santoso mencatatkan enam kemenangan, di antaranya saat menghadapi Persekat Tegal (3-2 dan 2-0), Persiraja (1-0), Sriwijaya FC (5-2 dan 6-0), serta Persikad Depok (3-1).
Selain itu, PSPS juga meraih delapan hasil imbang, masing-masing saat menghadapi Sumsel United (1-1), FC Bekasi (0-0), PSMS Medan (1-1 dan 1-1), Adhyaksa (1-1 dan 2-2), Persiraja (1-1), serta Garudayaksa (0-0).
Sementara itu, lima kekalahan dialami saat menghadapi Adhyaksa (3-7), Garudayaksa (0-1), Persikad Depok (2-3), Sumsel United (2-3), dan Persiraja (2-4).
Aji Santoso mengakui tantangan terbesar yang dihadapinya adalah tidak menangani tim sejak awal musim, sehingga membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan dan performa tim.
“Permasalahannya saya tidak menangani PSPS dari awal. Saya masuk menggantikan pelatih sebelumnya, dan tim sudah berjalan. Kalau saya menangani dari awal, mungkin ceritanya bisa berbeda,” ujar Aji Santoso.
Ia menilai, keterbatasan waktu membuat proses pembenahan tim tidak berjalan maksimal, meski dirinya tetap berupaya memberikan hasil terbaik selama masa kepelatihannya di PSPS Pekanbaru.

