RIAU ONLINE, PEKANBARU – Performa PSPS Pekanbaru bersama pelatih Aji Santoso pada kompetisi Liga 2 Championship musim 2025–2026 hingga kini belum menunjukkan hasil yang impresif.
Tim berjuluk Askar Bertuah tersebut masih berjuang menemukan konsistensi permainan di tengah ketatnya persaingan.
Aji Santoso diterbangkan kembali ke Pekanbaru untuk menangani PSPS sejak 13 Oktober 2025 usai berpisah dengan Persela Lamongan. Aji Santoso memulai debut kembali bersama PSPS saat menantang Sumsel United 18 Oktober 2025.
Kala itu Pelatih Kepala PSPS Pekanbaru, Ilham Romadhona memilih untuk mengundurkan diri setelah mendapat kritikan tajam dari pecinta Askar Bertuah karena hasil minor yang didapatkannya.
Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat 3 November 1976 itu hanya menjalankan 3 laga bersama PSPS dan mencatatkan 2 kali hasil imbang dan 1 kekalahan.
Namun, dari total 17 pertandingan yang telah dijalani Aji Santoso bersama PSPS, hasil yang diraih klub yang bermarkas di Stadion Kaharuddin Nasution ini masih jauh dari harapan.
Pelatih kelahiran 6 April 1970 itu baru mampu mempersembahkan empat kemenangan, delapan hasil imbang, serta lima kekalahan.
Empat kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Persikad Depok (3-2), Persiraja (1-0), Sriwijaya FC (5-2), serta kembali menundukkan Persikad dengan skor 2-0.
Sementara itu, delapan hasil imbang didapat saat menghadapi Sumsel United (1-1), FC Bekasi (0-0), PSMS Medan (1-1), Adhyaksa (1-1 dan 2-2), Persiraja (1-1), Garudayaksa (0-0), serta kembali ditahan PSMS Medan dengan skor 1-1.
Adapun lima kekalahan dialami saat menghadapi Adhyaksa (3-7), Garudayaksa (0-1), Persikad Depok (2-3), Sumsel United (2-3), dan Persiraja (2-4).
Catatan tersebut membuat posisi PSPS di putaran ketiga kompetisi belum stabil. Saat ini, PSPS berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 25 poin, hasil dari lima kemenangan, sepuluh kali imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim berjalan.
Raihan tersebut menunjukkan bahwa tim masih kesulitan menjaga konsistensi, terutama dalam mengamankan kemenangan di setiap pertandingan.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pencapaian Aji Santoso pada musim sebelumnya. Pada Liga 2 musim 2024–2025, pelatih asal Malang itu sempat membawa PSPS tampil kompetitif dan hampir meraih tiket promosi ke Liga 1.
Musim lalu, PSPS menunjukkan performa yang lebih meyakinkan dengan torehan sepuluh kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari total 23 pertandingan. Namun, langkah mereka harus terhenti usai kalah tipis 0-1 dari Deltras Sidoarjo dalam perebutan posisi ketiga.
Pengalaman Aji yang juga pernah menangani Persebaya Surabaya serta Timnas Indonesia U-23 sebelumnya sempat membawa PSPS menjadi salah satu tim kuat di Liga 2.
Kini, tantangan besar kembali dihadapi Aji Santoso untuk mengangkat performa Askar Bertuah agar mampu bersaing di papan atas dan menjaga peluang tetap terbuka pada sisa kompetisi musim ini.

