RIAU ONLINE, PEKANBARU — PSPS Pekanbaru sukses mencuri satu poin saat menghadapi tuan rumah Persiraja Banda Aceh pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu 14 Februari 2026 malam, berakhir imbang 1-1 setelah tim tamu kebobolan pada menit-menit akhir laga.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif dan saling melancarkan serangan. PSPS sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dulu, namun kemenangan yang sudah di depan mata harus pupus akibat gol penyama kedudukan tuan rumah di penghujung pertandingan.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, menilai laga berlangsung menarik dengan intensitas tinggi. Meski demikian, ia menyayangkan timnya gagal mengamankan tiga poin.
“Pertandingan yang cukup menarik, luar biasa. Sayangnya kami sudah leading, tetapi di menit-menit akhir kebobolan,” ujar Aji usai laga.
Menurutnya, strategi PSPS sebenarnya berjalan cukup efektif, terutama dalam meredam kekuatan utama Persiraja yang bertumpu pada permainan sayap.
“Secara garis besar, kami berhasil mematikan kedua sayap mereka. Namun di menit-menit akhir, sayap kiri Persiraja bisa mencetak gol. Saya menilai kekuatan Persiraja memang ada di sektor sayap,” ungkapnya.
Aji juga membantah anggapan bahwa timnya bermain terlalu defensif setelah unggul. Ia menegaskan PSPS tetap berusaha memainkan bola dan melakukan serangan balik.
“Tidak ada parkir bus di kamus saya. Kalau memperkuat pertahanan, iya, tapi bukan bertahan total. Saat mendapatkan bola kami tetap berani melakukan penguasaan bola dan counter attack,” tegasnya.
Menurut Aji, keputusan memperkuat lini belakang merupakan respons alami terhadap tekanan Persiraja yang tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan.
Ia turut mengapresiasi performa Persiraja yang dinilai tetap tampil solid meski mengalami pergantian pelatih. Bahkan, menurutnya, tuan rumah memiliki peluang yang cukup banyak sepanjang pertandingan.
“Menurut saya mereka tetap bermain bagus. Peluang mereka juga cukup banyak, bahkan lebih banyak daripada PSPS,” katanya.
Aji juga menegaskan dirinya tidak pernah menginstruksikan pemain untuk mengulur waktu secara tidak sportif.
“Saya tidak pernah menekankan pemain untuk memperlama waktu dengan cara berpura-pura cedera atau berguling-guling. Saya tetap menekankan permainan yang fair,” pungkasnya.
Hasil imbang ini menjadi modal penting bagi PSPS Pekanbaru untuk menghadapi laga selanjutnya dalam persaingan ketat putaran ketiga Pegadaian Championship musim 2025/2026.

