PSS Sleman Kokoh di Puncak Klasemen Grup B Liga 2, PSIS Semarang Terpuruk

ilustrasi-sepak-bola2.jpg
Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Persaingan di Grup B semakin memanas setelah pertandingan pekan ke-11 yang kembali mengubah dinamika papan klasemen. 

PSS Sleman tampil sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 26 poin, hasil dari delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. 

Performa impresif mereka tercermin dari produktivitas gol yang mencapai 23 gol serta pertahanan solid yang hanya kebobolan delapan kali, menjadikan selisih gol +15, terbaik di grup hingga saat ini.

Tepat di bawahnya, PS Barito terus menempel ketat dengan 25 poin, hanya terpaut satu angka dari pemimpin klasemen. 

Dengan catatan delapan kemenangan dan selisih gol +13, Barito menunjukkan konsistensi yang menjadikan mereka ancaman utama bagi PSS dalam perebutan posisi puncak.

Di posisi ketiga, Persipura tampil cukup stabil dengan 23 poin, mengemas tujuh kemenangan dan hanya dua kali kalah. 

Meski memiliki jumlah gol yang sama banyaknya antara mencetak dan kebobolan (16:16), klub berjuluk Mutiara Hitam ini tetap berada dalam jalur persaingan menuju papan atas.

Persela Lamongan menyusul di urutan keempat dengan 20 poin, diikuti ketat oleh Deltras Sidoarjo dan Tornado Pekanbaru yang sama-sama mengoleksi 17 poin. 


Klasemen Grup A-

 

Klasemen Grup B Liga 2 Indonesia. (Foto: Liga 2 Indonesia)

Kedua tim tersebut menunjukkan performa yang cukup kompetitif, meski masih mengalami inkonsistensi di beberapa pertandingan krusial.

Sementara itu, Persiba Balikpapan harus puas berada di peringkat ketujuh dengan 11 poin, setelah menelan enam kekalahan dari sebelas laga yang dimainkan. Kondisi mereka belum terlalu aman dan masih rentan tergeser oleh tim di bawahnya.

Di zona bawah klasemen, Persiku Kudus berada di peringkat kedelapan dengan 7 poin, memiliki selisih gol minus tujuh akibat hanya mencetak 13 gol dan kebobolan 20. 

Performanya masih jauh dari harapan publik Kudus yang mendambakan kebangkitan tim kebanggaannya.

Dua posisi terbawah ditempati oleh Persipal BU dan PSIS Semarang, yang sama-sama belum meraih satu pun kemenangan dari sebelas pertandingan. 

Persipal hanya mengemas 6 poin dengan selisih gol -14, sementara PSIS berada di posisi juru kunci dengan hanya 2 poin dan selisih gol sangat buruk yakni -25. Situasi ini membuat keduanya berada dalam ancaman serius terdegradasi jika tidak segera bangkit.

Dengan sisa laga yang masih terbuka, pertarungan di Grup B dipastikan semakin sengit. Tim papan atas akan terus berebut posisi terbaik untuk lolos ke fase berikutnya, sementara tim papan bawah berjuang keras untuk keluar dari zona berbahaya.