Askar Bertuah Gagal Balas Dendam, Si Kuda Hitam Curi Poin dari Pekanbaru

Askar-Bertuah-Gagal-Balas-Dendam-Si-Kuda-Hitam-Curi-Poin-dari-Pekanbaru.jpg
Pertandingan PSPS Pekanbaru menghadapi FC Bekasi City di Stadion Kaharuddin Nasution, Kamis 13 November 2025. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – PSPS Pekanbaru gagal menuntaskan misi balas dendam atas kekalahan telak 0–4 dari FC Bekasi City pada putaran pertama Liga 2 Indonesia 2025/2026. 

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kaharuddin Nasution, Kamis 13 November 2025 malam, Askar Bertuah harus puas berbagi poin setelah laga berakhir imbang 0–0.

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif dan saling menekan. PSPS berupaya memanfaatkan dukungan suporter untuk mendominasi jalannya laga, sementara FC Bekasi City tetap tampil disiplin dengan serangan balik cepat.

Babak Pertama: Peluang Beruntun dari Kedua Tim

FC Bekasi City lebih dulu memberikan ancaman serius melalui Ezechiel Ndouasel pada menit ke-8. Striker asal Chad itu mendapat ruang tembak di kotak penalti, namun tendangannya berhasil diblok oleh pemain belakang PSPS.

Tak lama berselang, PSPS membalas lewat aksi Hari Nur Yulianto di menit ke-15 yang mengirim umpan silang berbahaya ke Andy Harjito, tetapi peluang tersebut gagal dimanfaatkan.

PSPS hampir unggul di menit ke-20 melalui tendangan bebas Rafly Selang yang meluncur tipis di sisi gawang. Sementara itu, Ezechiel Ndouasel kembali membuang peluang emas di menit ke-24 setelah sepakannya melebar, meski sudah berhadapan langsung dengan kiper Muhamad Darmawan.


Bekasi City terus menekan melalui tendangan keras Saldi dan pergerakan Ramadhan, tetapi pertahanan PSPS tampil solid. Skor 0–0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Drama VAR dan Tiang Gawang

Memasuki babak kedua, PSPS mendapat peluang emas dari titik putih setelah Andy Harjito dijatuhkan di kotak penalti FC Bekasi City pada menit ke-52. Namun, setelah meninjau VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut dan tidak memberikan penalti bagi tuan rumah.

Kiper PSPS, Muhamad Darmawan, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan bebas lawan di menit ke-58 dan sundulan tajam Ezechiel Ndouasel di menit ke-68.

PSPS juga sempat memiliki sejumlah peluang melalui Asir, Alfin Tuasalamony, dan Cristian Alex, namun semuanya belum berbuah gol.

Peluang terbaik datang dari Reyhan Firdaus di menit ke-89 yang melepaskan tendangan keras hasil umpan silang Asir, tetapi bola hanya membentur mistar gawang.

Usai pertandingan, pelatih kepala PSPS Pekanbaru Aji Santoso mengakui hasil imbang ini tidak sesuai harapan tim.

“Tentunya hasil ini bukan hasil yang bagus, karena kami menargetkan kemenangan untuk membalas kekalahan 4-0 di putaran pertama. Namun, beberapa peluang belum bisa kami konversi menjadi gol,” ujar Aji.

Meski begitu, Aji tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah bermain dengan semangat tinggi dan disiplin sepanjang pertandingan.

“Itulah sepak bola, kadang kita sudah bermain baik tapi hasil belum berpihak. Saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain yang tampil maksimal,” tambahnya.