Seluruh Staf Pelatih Mundur, PSPS Pekanbaru Kesulitan Cari Pengganti

PSPS-Pekanbaru-Gagal-Lolos-Ke-Liga-1-Musim-Depan-Usai-Kalah-1-0-atas-Persijap-Jepara.jpg
PSPS Pekanbaru saat pertandingan melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Selasa, 25 Februari 2025 malam. (Dok. PSPS Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Klub sepak bola PSPS Pekanbaru tengah menghadapi masa sulit setelah seluruh staf pelatih resmi mengundurkan diri usai laga menghadapi Garudayaksa FC.

Mereka yang mundur antara lain Kurniawan Dwi Yulianto (Direktur Teknik dan Manajer Tim), Ilham Romadhona (Pelatih Kepala), Rici Vauzi (Pelatih Fisik), Kristiawan (Asisten Pelatih Kepala), Kurnia Sandy (Pelatih Penjaga Gawang), serta Irwan (Analis Tim).

Manajer PSPS Pekanbaru, Miftakhul, membenarkan saat ini tim tengah berupaya mencari solusi terbaik setelah kepergian seluruh jajaran pelatih.

“Sabar dan tenang, prosesnya masih terus berjalan. Situasi ini tidak mudah bagi kami, apalagi mencari pelatih baru di tengah kompetisi yang sedang berlangsung,” ujar Miftakhul, Rabu 8 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, pencarian pelatih pengganti harus dilakukan dengan hati-hati karena regulasi Liga 2 Indonesia tidak memperbolehkan penggunaan pelatih asing.

“Untuk pelatih asing memang tidak bisa, karena aturan Liga 2 tidak memperbolehkannya,” tambahnya.



Terkait kabar yang mengaitkan Seto Nurdiyantoro, mantan pelatih PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Miftakhul mengakui bahwa membawa pelatih berpengalaman tersebut ke Pekanbaru bukan perkara mudah.

“Tidak semudah itu membawa Mas Seto keluar dari Yogyakarta. Dan pencarian pelatih butuh pembahasan yang mendalam, bukan hanya soal gaji,” jelasnya.

Sambil menunggu kepastian pelatih baru, PSPS Pekanbaru saat ini masih ditangani oleh caretaker Ibnu Graham yang dibantu oleh Ambrizal, serta pelatih kiper Abdurahman dan pelatih fisik Abda.

“Untuk sementara, mereka yang secara resmi masih terdaftar di PT Liga Indonesia Baru (LIB),” ungkap Miftakhul.

Kepergian seluruh staf pelatih ini menjadi ujian berat bagi PSPS Pekanbaru di tengah upaya klub untuk memperbaiki performa di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025.