RIAU ONLINE, PEKANBARU – Desakan suporter agar pelatih kepala PSPS Pekanbaru, Ilham Romadhona, mundur dari kursi kepelatihan mendapat perhatian dari pemilik klub, Gede Widiade.
Namun, ia menegaskan tidak akan mengambil keputusan terburu-buru terkait masa depan sang pelatih.
Desakan itu mencuat setelah PSPS hanya mampu bermain imbang 3-3 kala menjamu PSMS Medan pada laga pekan kedua Liga 2 musim 2025/2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Sabtu 20 September 2025 sore.
Dalam laga dramatis tersebut, PSPS sempat unggul melalui gol Cristian Alex da Silva (43’), tendangan bebas Rafly Selang (48’), dan sepakan Muhammad Andy Harjito (84’). Namun kemenangan di depan pendukung sendiri buyar setelah PSMS mencetak dua gol balasan lewat Rifal Lastori (90’) dan Rudi Yana (90+7’), menyusul gol awal Vitor Hugo (9’).
Hasil ini membuat PSPS baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya kalah telak 0-4 dari Bekasi City pada laga perdana, Jumat 12 September 2025.
Meski menghadapi tekanan keras dari suporter, Gede Widiade menyatakan akan tetap melakukan evaluasi terlebih dahulu dan akan diputuskan sebelum laga ketiga menghadapi Garudayaksa FC pada 29 September 2025 mendatang.
“Kita evaluasi dan akan kita putuskan di Jakarta sebelum pertandingan ke-3,” kata Gede Widiade kepada RiauOnline, Minggu 21 September 2025.
Gede juga menyoroti perilaku sebagian pemain yang masih kerap keluar malam di Pekanbaru. Ia bahkan meminta bantuan suporter dan masyarakat untuk ikut mengawasi.
“Siapa yang keluyuran malam, tolong bantu (pantau),” ucapnya.
Suara suporter yang lantang mendesak Ilham Romadhona untuk meninggalkan PSPS Pekanbaru muncul karena kecewa terhadap hasil imbang kontra PSMS Medan.
“Kami ingin coach Ilham out dari tanah jantan Melayu Riau mulai hari ini,” teriak salah seorang suporter dari tribun.
Merespons tekanan tersebut, Ilham akhirnya menyatakan mundur. Dalam video yang diunggah akun Instagram Bertuah 1955, ia menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas hasil yang didapatkan PSPS.
“Hari ini saya angkat kaki dari sini. Apapun itu, saya yang bertanggung jawab,” ujar Ilham.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menjelaskan dirinya sejatinya bekerja di PSF, perusahaan milik Gede Widiade, yang diminta untuk membantu mengelola PSPS.
“Manajemen PSPS datang ke sana meminta Pak Gede Widiade, termasuk saya dan coach Kurniawan (Dwi Yulianto) untuk menjadi tim pelatih PSPS. Kalau tidak percaya, silakan tanya kepada pemilik klub,” tegasnya.

