RIAU ONLINE, PEKANBARU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau untuk meningkatkan kapasitas pendamping UMKM.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis yang digelar di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Provinsi Riau pada Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala PLUT KUMKM Provinsi Riau, Tresiana, dan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari PLUT KUMKM serta Unit Pelaksana Teknis Industri Pangan, Olahan dan Kemasan (UPT IPOK) Provinsi Riau.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari instruktur BBPOM di Pekanbaru mengenai proses pendampingan UMKM pangan olahan.
Materi yang disampaikan meliputi tahapan registrasi pangan olahan, penerapan aspek-aspek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga simulasi pendaftaran izin penerapan CPPOB.
Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander menegaskan bahwa peningkatan kompetensi fasilitator pendamping menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
"Pendamping yang kompeten akan menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM memenuhi standar keamanan pangan," ujar Alex Sander, Rabu, 24 Juni 2026.
"Mulai dari penataan sarana produksi, penyusunan dokumen, hingga proses memperoleh izin edar, seluruh tahapan membutuhkan pendampingan yang tepat agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas," lanjutnya.
Menurutnya, kolaborasi antara BBPOM dan Disperindagkop UKM Provinsi Riau merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
"Kami ingin memastikan bahwa UMKM tidak hanya berkembang dari sisi produksi dan pemasaran, tetapi juga memiliki legalitas yang lengkap serta mampu menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Dengan demikian, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang pasar semakin terbuka," jelasnya.
Sementara itu, Kepala PLUT KUMKM Provinsi Riau, Tresiana, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama BBPOM di Pekanbaru. Ia menilai peningkatan kapasitas para pendamping akan memberikan dampak positif bagi ribuan UMKM binaan di Provinsi Riau.
"Pendamping yang memahami regulasi dan standar keamanan pangan akan lebih efektif dalam membantu UMKM mengatasi berbagai kendala yang dihadapi. Harapannya, semakin banyak produk UMKM Riau yang memiliki izin edar dan mampu menembus pasar regional maupun nasional," ungkap Tresiana.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tercipta semakin banyak fasilitator yang siap mendampingi pelaku UMKM secara profesional.
Selain mempercepat proses perizinan dan legalitas produk, langkah tersebut juga menjadi upaya strategis dalam memperkuat keamanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Sinergi antara BBPOM di Pekanbaru dan Disperindagkop UKM Provinsi Riau menjadi bukti bahwa penguatan sektor UMKM tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada perlindungan konsumen melalui jaminan mutu dan keamanan produk yang beredar di masyarakat.

