11 Hari Api Belum Padam, 19 Embung Dibangun Jinakkan 64 Ha Karhutla di Pelalawan

karhutla-64-ha-di-pelalawan.jpg
Tim Manggala Agni Daops Rengat memadamkan kebakaran hutan di Kerumutan, Pelalawan. (ANTARA/HO-Manggala Agni)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 19 embung dibangun untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang luasnya mencapai 64 hektar.

Belasan sumber air tersebut dibuat Daerah Operasi Manggala Agni Rengat dengan bantuan alat berat.

Kepala Daops Manggala Agni Rengat, Muhammad Sodik, menjelaskan selain membuat embung juga digunakan untuk membuka akses jalan masuk dan membuat sekat bakar.

"Alat berat masih bekerja, saat ini sudah terkonformasi 17 embung yang sudah dibuat di sekitar lokasi pemadaman," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Minggu, 9 Agustus 2026.

Dia mengatakan penanganan sudah memasuki hari ke-11 dan api belum padam. Tantangan di lapangan lanjutnya kondisi bahan bakar padat, dan jarak tempuh menuju kepala api yang lumayan jauh.



Posisi kepala api berada di dalam tanaman akasia liar sehingga memerlukan upaya ekstra untuk menjangkaunya. Untuk melangsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua membutuhkan waktu 1,5 jam dan kalau jalan kaki jaraknya 1,5 kilometer.

Selain menangani karhutla di Kerumutan, pihaknya juga melakukan pemadaman di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inderagiri Hulu. Luas lahan terbakar diperkirakan 50 Ha dan masih berpotensi bertambah.

"Saat ini sudah penanganan hari ke-7 dan statusnya belum padam. Tantangan di lapangan kondisi bahan bakar padat, asap pekat dan kondisi angin bertiup kencang," ungkapnya .

Kepala api lanjutnya sudah merangsek masuk ke arah hutan primer dan akses masuk ke sana belum terbuka sepenuhnya. Tim menyisir dari sisi barat menuju utara untuk menembus kepala api.

Beruntungnya pemadaman mendapat dukungan 1 unit Helikoper "Waterbombing" dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Alat berat tambahan satu unit juga sudah masuk untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, dan menyiapkan embung embung sebagai sumber air, serta pembuatan sekat bakar.(ANTARA)