Prabowo Instruksikan Perampingan Pertamina, PLN, dan BUMN Lainnya

Prabowo-Gaji-Hakim-Naik-Hingga-280-Persen-Setelah-12-Tahun-Tidak-Naik.jpg
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/HO-BPMI)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Pertamina dan PLN untuk segera memangkas anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha di bawahnya.

Perintah ini disampaikan dalam rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Agustus 2026 dan ditujukan pada jajaran petinggi BUMN ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip dari ANTARA.

Teddy mengungkapkan, pemangkasan anak dan cucu perusahaan yang disebut sebagai layer-layer ini juga bertujuan untuk mempercepat waktu pengambilan keputusan terutama pada masa-masa dan persoalan-persoalan yang krusial.

"Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," ungkap Teddy.



Teddy menyampaikan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan kemajuan dari program mandatory Biodiesel 50 persen (B50) terutama sejak diluncurkan pada bulan Juli 2026.

Simon juga melapor langsung kepada Presiden mengenai kesiapan infrastruktur Pertamina untuk menjalankan program mandatory bio-ethanol pemerintah.

Rapat tersebut, sebagaimana dilihat dari foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet, diikuti di antaranya oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Terkait efisiensi di lingkungan BUMN, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada minggu lalu telah melaporkan tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk mengurangi layer-layer, di antaranya seperti anak dan cucu BUMN.

"Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga, dan juga tentu saja (diikuti, Red.) di BUMN-BUMN lainnya," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Rosan melanjutkan perampingan (streamlining) telah dilakukan pada 274 perusahaan per akhir Juli 2026. (ANTARA)