Samade Didukung BPDP Dorong Tata Kelola Lahan Gambut Berkelanjutan di Jambi

Samade-bpdp-workshop.jpg
Samade bersama BPDP gelar workshop Optimalisasi Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, JAMBI - Upaya memperkuat produktivitas sawit rakyat berbasis keberlanjutan terus digencarkan. Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar workshop “Optimalisasi Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut” di Jambi pada 11–12 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan kapasitas bagi petani swadaya agar mampu mengelola lahan gambut secara tepat, produktif, dan ramah lingkungan. 

Jambi dipilih karena menjadi salah satu daerah dengan hamparan lahan gambut cukup luas yang memiliki potensi besar bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Ketua DPW Samade Jambi, Andi Ari, mengatakan workshop tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan petani terhadap pengetahuan teknis di lapangan, terutama dalam pengelolaan lahan marginal.

Menurutnya, para peserta mendapatkan materi langsung dari para ahli terkait pemupukan, tata kelola air, hingga penggunaan herbisida ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

"Petani swadaya perlu didampingi agar mampu mengelola lahan gambut secara optimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan," ujar Andi Ari, Rabu, 13 April 2026.

"Karena itu kami menghadirkan para pakar agar petani memahami teknik budidaya yang tepat sehingga produktivitas sawit rakyat bisa terus meningkat," kata dia.



Ia menegaskan, penerapan tata kelola lahan gambut yang berkelanjutan bukan hanya penting bagi hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan industri sawit nasional dari sektor hulu.

Hal senada disampaikan Anggota Bidang Pembentukan dan Pembinaan Kelompok dan Koperasi DPP Samade, Sukanto. Ia menilai penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama keberhasilan hilirisasi sawit yang saat ini terus didorong pemerintah.

"Kita tidak bisa bicara hilirisasi tanpa memperkuat sektor hulunya terlebih dahulu. Melalui workshop ini, Samade ingin memastikan petani memahami cara mengelola lahan gambut secara produktif dan berkelanjutan agar hasil kebun meningkat," kata Sukanto.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Samade juga berkomitmen melakukan pendampingan terhadap petani sawit, termasuk membuka akses program beasiswa sawit bagi anak-anak petani.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan bahwa optimalisasi sektor hulu sangat menentukan keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, termasuk implementasi biodiesel B50.

Menurut Helmi, wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Jambi membutuhkan pendekatan teknis yang tepat agar produktivitas sawit tetap terjaga dan program bantuan pemerintah dapat terserap maksimal.

"Penguatan sektor hulu merupakan kunci utama. Kami ingin berbagai kendala teknis di lapangan bisa diselesaikan bersama melalui forum ini sehingga program PSR dan bantuan sarana prasarana dapat segera terealisasi," jelas Helmi.

Ia menambahkan, BPDP juga membuka peluang kolaborasi bagi UMKM berbasis perkebunan di Jambi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pemasaran produk.

Workshop tersebut secara resmi dibuka Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal. Ia mengapresiasi sinergi antara Samade dan BPDP yang dinilai mampu membantu pemerintah daerah dalam mempercepat edukasi dan pendampingan kepada petani sawit.

"Kegiatan ini sangat positif karena membantu masyarakat memahami pentingnya penggunaan bibit unggul dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Ini juga menjadi solusi nyata untuk mempercepat realisasi program PSR di Jambi," ungkap Henrizal.

Melalui kolaborasi ini, Samade dan BPDP berharap sektor perkebunan sawit rakyat di Jambi semakin produktif, berdaya saing, dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lahan gambut.