RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harga minyak goreng subsidi MinyaKita mengalami kenaikan cukup drastis, dalam beberapa waktu belakangan. Di Pekanbaru, sejumlah pedagang menjual MinyaKita dengan harga Rp20.000 per liter, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp15.700 per liter.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Riau, Androy Ade Rianda mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bulog dan mendapati bahwa stok MinyaKita dalam kondisi aman. Artinya tidak terjadi kelangkaan suplai.
Ia meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera bertindak di lapangan.
"Suplai MinyaKita aman di Bulog, tidak ada kelangkaan. Jadi kita minta agar Disperindag segera melakukan penelusuran," ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Sebelumnya, tingginya harga MinKita ini juga telah ditinjau oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan di Kota Pekanbaru. Peninjauan dilakukan di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa itu, dimana ditemukan pedagang menjual MinyaKita dengan harga Rp20 ribu per liter.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto mengatakan, kenaikan harga ini terjadi karena sebagian pedagang mendapatkan suplai bukan dari Bulog, melainkan dari reseller atau penjual lain.
"MinyaKita ada dan melimpah di Pekanbaru. Hanya saja memang ada yang menjual di atas HET. Setelah kita telusuri, ternyata mereka ada yang mendapatkan dari penjual selain Bulog," jelas Indra dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Satgas Pangan dari Ditreskrimsus Polda Riau langsung mengingatkan para pedagang agar tidak menjual Minyakita di atas HET dan meminta mereka melapor jika menemukan distributor yang memainkan harga.
Menurutnya, kenaikan harga ini karena adanya oknum yang menjual minyak tidak sesuai aturan. Kios di pasar seharusnya tidak menjual lagi kepada pedagang lain.
Selain meminta pedagang mematuhi aturan harga, Bapanas juga meminta Perum Bulog mempertimbangkan penambahan alokasi distribusi Minyakita di pasar tradisional untuk menjaga stabilitas harga.
Indra menyebut pihaknya juga akan mengevaluasi pedagang mitra Bulog yang masih kedapatan menjual minyak di atas HET.
"Kemarin sudah ada tiga yang diberi teguran. Hari ini kita beri teguran lagi. Kalau masih ditemukan lagi, ke depan tidak lagi diberikan alokasi menjual Minyakita," pungkasnya.

