RIAU ONLINE - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat kenaikan harga cabai merah terjadi di 242 daerah per 11 Maret 2026. Hal ini mengharuskan pemerintah daerah (Pemda) segera mengambil langkah pengendalian.
Meski begitu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menjelaskan boleh tidak membangun atau tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai.
"Dengan catatan jangan [sampai harga] cabainya naik,” ujar Tomsi, dilansir dari Liputan6.com, Selasa, 12 Mei 2026.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), Tomsi menyebut masih terdapat sejumlah daerah yang belum bekerja sama dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) khusus peningkatan produksi cabai merah. Bahkan, ada daerah yang disebut menolak alokasi kawasan cabai untuk program tersebut.
Ia menegaskan Pemda tetap harus mampu menjaga stabilitas harga karena kenaikan harga cabai berdampak langsung pada masyarakat.
Di sisi lain, Tomsi mengapresiasi kondisi stok beras nasional yang dinilai sangat melimpah. Berdasarkan data pemerintah, stok beras saat ini mencapai 5,19 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Namun, ia tetap meminta Perum Bulog memastikan distribusi beras ke daerah berjalan optimal, mengingat masih ada wilayah yang mengalami kenaikan harga beras.
“Tolong Ibu [Perum Bulog] datakan daerah-daerah masih tinggi, minta dihubungi untuk Bulognya supaya penyalurannya ditingkatkan,” katanya.
Tomsi kembali mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi standar pemerintah dalam memantau stabilitas harga komoditas di daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh Pemda memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Tomsi, tantangan stabilisasi harga di daerah memang tidak mudah. Namun, ia menilai pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi dinamika harga akibat perubahan musim maupun gangguan distribusi.
“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahun-tahun kita mengalami musim yang sama, musim penghujan, panas, gelombang tinggi, kita harus sudah bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan itu. Kita sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan kita itu,” tandasnya.

