Dividen BSI Meroket 44 Persen, Sinyal Bank Syariah Kian Perkasa

RUPTS-BSI.jpg
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 5 Mei 2026, perseroan menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih perusahaan.

Nilai tersebut meningkat 44 persen dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,05 triliun. 

Dengan keputusan itu, pemegang saham bank berkode saham BRIS akan menerima dividen sebesar Rp32,81 per lembar saham, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp22,78 per saham.

Keputusan pembagian dividen itu menjadi salah satu sorotan utama dalam RUPST BSI, seiring keberhasilan perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang 2025.

Manajemen BSI menjelaskan, pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan. Sementara jadwal pembagian dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh perusahaan.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi transformasi digital yang mendorong efisiensi operasional dan perluasan layanan kepada nasabah.



"Fundamental yang kuat juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Terbukti jumlah nasabah pada tahun 2025 bertambah lebih dari 2 juta orang sehingga total nasabah mencapai 23 juta pada akhir tahun," ujar Anggoro dalam keterangannya usai RUPST, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menegaskan, kebijakan pembagian dividen dilakukan secara seimbang antara memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan modal perusahaan demi mendukung ekspansi bisnis ke depan.

"Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh, terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank," katanya.

Selain membagikan dividen, BSI juga menetapkan sebesar 80 persen laba bersih atau sekitar Rp6,05 triliun sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus menopang strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Menurut Anggoro, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri perbankan syariah nasional sekaligus motor penggerak ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

"BSI akan terus memperluas inklusi keuangan syariah melalui inovasi layanan digital, penguatan bisnis emas dan bullion, serta peningkatan kualitas pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," tegasnya.

Dalam RUPST Tahun Buku 2025 tersebut, para pemegang saham juga menyetujui sembilan agenda utama perusahaan. 

Di antaranya pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, hingga penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026.

Selain itu, rapat juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, perubahan susunan anggota dewan komisaris, serta penyesuaian masa jabatan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah sesuai anggaran dasar perusahaan.