Aktual, Independen dan Terpercaya


Pemerintah Diminta Restrukturisasi Kredit Untuk Atasi Kredit Macet

 

Penulis: Wilna Sari

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kalangan pengusaha Riau mengusulkan pemerintah daerah untuk mendorong perbankan melakukan restrukturisasi kredit bagi perusahaan sektor migas. Tujuannya untuk mencegah timbulnya risiko Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet akibat harga minyak mentah yang anjlok.

 

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno mengatakan, restrukturisasi kredit dapat membantu debitur dan kreditor. Dengan demikian bisa menekan risiko NPL serta memudahkan perusahaan membuat rencana ulang dan jangka panjang.

 

"Setelah dihadapkan dengan risiko PHK massal, risiko kredit macet akan menjadi masalah lanjutan yang harus dihadapi perusahaan sektor migas. Untuk itu, pemerintah daerah harus mendorong dan memberi penguatan kepada perbankan agar melakukan restrukturisasi kredit," katanya, Rabu (27/1/2016).

 

Wijatmoko mengatakan, langkah tersebut sudah seharusnya dijadikan alternatif guna menangani timbulnya permasalahan NPL, mengingat harga minyak yang belum membaik. (Baca Juga: Dahlan: Pertamina Segera Ambil Alih Blok Migas)

 

"Dengan begitu, perusahaan migas bisa membuat perencanaan ulang pada pembayaran kredit serta dapat mengurangi risiko PHK tambahan. Langkah restrukturisasi kredit memang menjadi jalan yang harus ditempuh,” katanya.

 

Sebelumnya OJK Provinsi Riau telah meminta pihak perbankan melakukan restrukturisasi kredit dan ekspansi kredit untuk menekan level kredit macet di Riau.

 

"Posisi NPL Riau tahun sebelumnya sudah naik 1,11% dari posisi 3,23% di tahun 2014, menjadi 4,34% di tahun 2015. Untuk itu perbankan harus melakukan restrukturisasi dan ekspansi kredit,” Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau Muhammad Nurdin Subandi.

 

Langkah ini menurut Subandi dapat meringankan debitur pada masa sulit dan menekan timbulnya kredit macet. "Dengan cara itu, debitur dapat membayarkan tagihannya kembali sesuai kebijakan yang telah ditetapkan. Selain itu perbankan juga didorong untuk ekspansi mencari debitur baru, tentunya dengan tahapan dan proses selektif dan prudent," katanya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline