Cara Unik KPU Bengkalis Sosialisasikan Pemilu, Ada Hiburan Musik Akustik

Sosialisasi-pemilu-1.jpg
(Andrias)

Laporan : ANDRIAS

 

RIAUONLINE, BENGKALIS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis memiliki cara unik dalam mensosialisasikan Pemilu 2019. Selain membagikan brosur dan stiker, juga menyajikan hiburan musik akustik di lapangan tugu kabupaten berjuluk negeri junjungan itu.

Pantauan, RIAUONLINE.CO.ID, sejak Sabtu, 2 Maret 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, sore kemarin terlihat para pegawai dan komisioner KPU Kabupaten Bengkalis membagikan brosur, stiker kepada warga yang melintasi Jl A Yani Kecamatan Bengkalis maupun bagi warga yang sengaja berlibur diakhir pekan di lapangan Ikon Kota Bengkalis tersebut.

Hingga malamnya, kepadatan warga berkunjung di lapangan tugu kian bertambah meriah dengan penampilan dari hiburan musik akustik. Spontan, tenda musik yang berukuran 2x 2 itu diserbu warga untuk melihat ataupun sekedar berpoto.

Komisioner KPU Bengkalis, Khairul Saleh mengakui kegiatan sosialisasi ini sengaja dilaksanakan agak berbeda disamping membagikan brosur dan sticker juga memberikan sajian untuk masyarakat Bengkalis dengan hiburan musik akustik.

"Kita berharap, melalui sosialisai ini seluruh lapisan masyarakat memahami seperti apa pentingnya memberikan suara dalam pesta demokrasi Pemilu 17 April 2019 medatang," kata Komisioner KPU, Khairul Saleh, juga didampingi Elmiawati Safarina, Sabtu, 2 Maret 2019, malam tadi di lapangan Tugu Kota Bengkalis.

Pria kerap disapa Atah ini menambahkan, Adapun Sosialisasi yang dilakukan diantaranya pembagian brosur tentang pemilu tahun 2019 Seperti pengenalan Brosur Kertas Surat suara, pengenalan Pasangan Calon Pilpres dan Pileg dan jumlah Partai Politik, Pemberian Mainan Kunci Berlogo Pemilu Kepada Masyarakat Kabupaten Bengkalis dan acara tambahan danya seni musik untuk Menghibur masyarakat Bengkalis.

 

"Dengan membagikan stiker seperti ini, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memberikan suara dalam Pemilu mendatang. Selain itu, diberitahukan kepada mereka juga terkait partai apa saja yang akan ikut kontestasi. Jangan sampai masyarakat tidak tahu siapa caleg, partai, dan kandidat capres," terang Atah mengakhiri.