Banjir, Lebih Seribu Hektare Lahan Pertanian di Kuansing Terancam Gagal Panen

luapan-kuantan.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Banjir di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Rabu, 11 Desember 2019, memasuki hari ketiga.

Luas pertanaman padi yang terendam banjir terus bertambah. Kini luas pertanaman padi yang terendam banjir sudah mencapai 1.007,79 Hektar. Sementara untuk luas persemaian yang terendam banjir mencapai 31,8 hektar.

Banjir di Kabupaten Kuansing akibat meluapnya air Sungai Kuantan terjadi sejak Senin lalu. Memasuki hari ketiga air sungai sudah berangsur surut namun masih merendam lahan pertanian milik petani yang sudah ditanami padi.

"Kemungkinan ada yang puso atau gagal panen," ujar Kepala Dinas Pertanian Kuansing melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Yunafrizal kepada RIAUONLINE.CO.ID, Rabu sore.

Namun katanya, belum bisa dipastikan berapa pertanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen. Karena menurutnya, hingga kini lahan pertanaman padi masih terendam oleh banjir sehingga belum dapat dipastikan berapa luas yang puso.

"Kini ada yang sudah tiga hari terendam, kemungkinan bisa puso," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan Yunafrizal lahan pertanaman padi yang terendam banjir itu tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Kuansing.

Kecamatan Kuantan Tengah paling luas lahan pertanaman padi yang terdampak banjir yakni 347,05 ha tersebar di 13 desa. Kemudian Kecamatan Gunung Toar ada 244 ha tersebar di 11 desa.

Selanjutnya Kuantan Mudik 70,24 ha tersebar di 13 desa, Benai 54,7 ha tersebar 10 desa, Inuman 49 ha tersebar di 5 desa, Cerenti 45 ha tersebar di 2 desa, Kuantan Hilir 145 ha tersebar di 4 desa.

Kemudian Pangean 19,8 ha di satu desa, sisanya 18,9 ha itu adalah lahan persemaian yang terendam banjir berada di 10 desa. Selanjutnya Sentajo Raya 30 ha berada di 2 desa.