RIAU ONLINE, KAMPAR - Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, yakni generasi unggul, sehat, dan kompetitif di tingkat global.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan sosialisasi program MBG yang berlangsung meriah di Aula Serbaguna Balai Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Acara dibuka secara resmi oleh anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, serta dihadiri oleh Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Puspa Kemala, Camat Tapung, Sofiandi, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Sahidin menegaskan bahwa program MBG adalah implementasi nyata dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi emas Indonesia di tahun 2045.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
"Melihat dari sisi visi misi Presiden Prabowo Subianto, tentunya program Makan Bergizi Gratis ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Khususnya warga Kampar, saya harap bisa ikut serta dan turut ambil bagian dalam menyukseskan program unggulan nasional ini,” ungkap Sahidin, Rabu, 16 Juli 2025.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi intervensi strategis dalam menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi masalah serius, terutama di daerah-daerah terpencil dan kalangan rentan.
"Kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui menjadi prioritas utama. Tujuannya jelas, yaitu memastikan kebutuhan gizi mereka tercukupi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian," tegas Sahidin.
Sementara itu, Perwakilan Badan Gizi Nasional, Puspa Kemala, dalam paparannya menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami menargetkan akan membangun 5.000 SPPG di seluruh Indonesia. Dapur-dapur gizi ini akan membuka peluang kerja baru dan mendorong keterlibatan aktif pelaku UMKM, petani lokal, dan komunitas masyarakat," ungkap Puspa.
Puspa juga menjelaskan bahwa implementasi dapur umum MBG ditargetkan menciptakan 230 ribu lapangan kerja baru, mulai dari pengelola dapur, penyedia bahan pangan lokal, hingga tenaga penyuluh gizi.
"Dengan program ini, kita ingin menciptakan ekosistem gizi berkelanjutan. UMKM bisa lebih hidup, petani punya pasar tetap, dan masyarakat bisa makan makanan bergizi setiap hari," tambahnya.
Program MBG hadir sebagai langkah konkret pemerintah untuk menjawab tantangan masa depan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dengan memperbaiki status gizi anak-anak sejak dini, pemerintah menaruh harapan besar agar generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan kompetitif di panggung global.
"Investasi terbesar suatu bangsa adalah pada manusianya. Jika sejak dini gizi mereka baik, maka masa depan Indonesia pun akan cerah,” tutupnya.

