Video Dugaan Penyimpangan Viral, Kafe Laksamana Muda Ditutup Sementara

Viral-Video-di-Kafe-Laksamana-Muda-Warganet-Desak-Satpol-PP-Pekanbaru-Turun-Tangan.jpg
Unggahan Instagram @aliansipemuda_senapelanbersatu menyoroti aktivitas di Kafe Laksamana Muda Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Minggu, 18 Oktober 2026. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Satpol PP Kota Pekanbaru meminta Laksamana Muda Coffee & Live Space menutup sementara operasional usahanya menyusul viralnya video dugaan penyimpangan yang diduga berkaitan dengan aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual dan  (LGBT) di media sosial.

Langkah tersebut diambil setelah petugas memanggil pengelola untuk dimintai keterangan terkait kejadian yang diduga berlangsung di tempat hiburan itu.

Kepala Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pihaknya mendatangi lokasi pada Senin, 19 Oktober 2026, malam. Pengelola atau penanggung jawab tempat usaha, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan video viral tersebut, diminta memberikan klarifikasi.

"Dari kejadian yang viral kemarin, kami memanggil pihak pengelola atau penanggung jawab tempat hiburan tersebut, termasuk pihak-pihak yang terkait dengan kejadian yang viral itu, untuk dimintai keterangan," kata Desheriyanto, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara dari pengelola, kejadian dalam video tersebut berlangsung pada Minggu malam. Manajemen menyebut kegiatan yang berlangsung di lokasi hanya berupa hiburan musik biasa.

Orang-orang yang terlihat dalam video viral itu, menurut keterangan pengelola kepada Satpol PP, merupakan tamu yang datang seperti pengunjung pada umumnya.

Desheriyanto mengatakan, pihak pengelola juga menyampaikan bahwa video tersebut direkam sendiri oleh orang-orang yang terlibat. Mereka disebut baru pertama kali berkunjung ke tempat tersebut.



Meski demikian, Satpol PP belum menyimpulkan secara pasti bagaimana kejadian itu berlangsung. Petugas masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan keterangan yang telah disampaikan.

"Namun, kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut dan memanggil pihak-pihak terkait untuk memastikan kebenarannya," ujarnya.

Desheriyanto menegaskan, penutupan sementara dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi proses klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Satpol PP juga meminta pengelola bersikap kooperatif selama proses tersebut berlangsung.

Menurut dia, petugas masih perlu memastikan apakah kejadian dalam video itu merupakan bagian dari kegiatan yang sengaja diselenggarakan pihak pengelola atau tindakan pengunjung tanpa sepengetahuan manajemen.

"Kami masih perlu mengklarifikasi apakah kejadian tersebut memang disengaja atau merupakan tindakan tamu yang datang ke tempat itu," katanya.

Ia menambahkan, langkah lanjutan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Apabila ditemukan kegiatan yang melanggar ketentuan, Satpol PP akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Sebaliknya, jika kejadian tersebut merupakan tindakan pengunjung tanpa sepengetahuan pengelola, pihaknya akan mempertimbangkan langkah sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melakukan evaluasi.

"Jika terbukti ada kegiatan atau acara tertentu yang melanggar aturan, akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Satpol PP Pekanbaru masih perlu mengklarifikasi keterlibatan pihak-pihak terkait sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Dengan demikian, status penanganan kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.