13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA sejak Agustus 2026

Ilustrasi-ISPA-pada-anak.jpg
Ilustrasi ISPA pada anak (AI Gemini)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Sebanyak 13.850 warga Kota Pekanbaru tercatat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 24 Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru menyebut paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Kepala Dinkes Pekanbaru, Hazli Fendryanto, mengatakan ribuan warga yang mengalami ISPA telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas.

"Terhitung sejak 24 Agustus 2026, jumlah warga yang terpapar ISPA mencapai 13.850 orang. Karena paparan kabut asap Karhutla," kata Hazli, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, sebagian pasien telah pulih, sementara lainnya masih menjalani perawatan.

"Sebagian sudah sehat dan ada juga yang masih dalam perawatan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan di tengah paparan kabut asap, Dinkes Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas. Fasilitas kesehatan tersebut dioperasikan hingga pukul 21.00 WIB pada Senin hingga Sabtu.

Sementara pada Minggu, pelayanan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Hazli memastikan masyarakat dapat memperoleh pengobatan ISPA secara gratis.



"Kemudian hari Minggu beroperasi sampai pukul 15.00 WIB. Pengobatan ISPA gratis," ujarnya.

Selain memperluas waktu pelayanan, Dinkes juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan gangguan pernapasan selama kondisi udara terdampak kabut asap.

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di luar ruangan. Dinkes juga telah menyalurkan masker gratis untuk membantu melindungi warga dari paparan asap.

"Sosialisasi agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan beserta pembagian masker gratis terus kita gelar," kata Hazli.

Dinkes Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk mencukupi kebutuhan air putih dan mengonsumsi sayuran.

Di sisi lain, pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA terus dilakukan melalui kegiatan surveilans. Menurut Hazli, pembaruan hasil pemantauan disampaikan setiap hari pada pukul 12.00 WIB.

"Setiap hari jam 12.00 kita selalu update dari hasil surveilans," jelasnya.

Dinkes turut memastikan ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Hazli meminta masyarakat yang mengalami gejala ISPA, terutama sesak napas, segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

"Apabila masyarakat mengalami gejala ISPA, sesak napas segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya.