RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sidang senat tertutup yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Riau (UNRI) pada Selasa, 13 Oktober 2026 putuskan Prof Ahmad Fadli, PhD sebagai Rektor UNRI periode 2026-2030.
Dalam sidang yang dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini, Prof Ahmad Fadli berhasil meraih 53 suara dari total 94 suara yang diperebutkan. Total suara tersebut terdiri dari 61 suara senat dan 34 suara Mendiktisaintek.
Perolehan suara ini dibenarkan oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unri, Dr M. Rasuli.
"Ya," kata Rasuli singkat.
Dua calon lain yang juga berpartisipasi dalam pemilihan Rektor UNRI adalah Dr Mexsasai Indra yang mendapat 29 suara dan Prof Dr Jimmy Copriady memperoleh 12 suara.
Pemilihan Rektor Unri periode 2026-2030 ini sempat tertunda lebih dari 2 bulan, yang direncanakan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026. Saat proses penyaringan di tingkatan Senat Unri pada 8 Juli 2026, Dr. Mexsasai Indra, SH, MH meraih dukungan suara terbanyak yakni 29 suara senat.
Sementara Prof. Ahmad Fadli, ST, MT, PhD yang berasal dari Fakultas Teknik memperoleh dukungan sebanyak 13 anggota senat. Adapun Prof. Dr. Jimmy Copriady, M.Si meraup sebanyak 11 suara senat.
Prof Ahmad Fadli saat ini masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Unri. Dengan kemenangannya dalam proses pemilihan, maka ia akan menggantikan Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti yang habis masa jabatannya pada Desember 2026 mendatang.
Perolehan dukungan suara senat memang tidak secara otomatis mencerminkan dominasi pertarungan dan hasil akhir pemilihan. Hal ini disebabkan karena hak suara dalam pemilihan rektor perguruan tinggi negeri (PTN), juga dimiliki oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, Menteri memiliki bagian 35 persen suara dalam pemilihan rektor.
Perolehan suara mutlak Prof Ahmad Fadli bisa dipastikan karena pihak Kemendiktisaintek menumpukkan 35 persen hak suaranya hanya kepada Fadli.

