RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kekhawatiran terhadap aksi begal dan jambret di Kota Pekanbaru mendorong Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, meminta aparat penegak hukum memperketat patroli dan pengawasan di kawasan rawan kriminalitas.
Aidhil menilai, pengawasan yang konsisten diperlukan untuk mencegah pelaku kejahatan jalanan beraksi sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat saat beraktivitas.
Perhatian tersebut muncul menyusul sejumlah kasus kejahatan yang dilaporkan terjadi di Pekanbaru. Pada 29 September, aksi kriminalitas yang disebut melibatkan penggunaan senjata api terjadi di Jalan Mustafa Yatim, Kelurahan Tangkerang, Kecamatan Marpoyan Damai.
Sebelumnya, pada 24 September, seorang mahasiswa dilaporkan menjadi korban begal di kawasan Jalan Kaharudin Nasution.
Merespons kondisi tersebut, Aidhil mendukung penindakan tegas dan terukur oleh aparat penegak hukum terhadap pelaku kejahatan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita akui bahwa saat ini aparat penegak hukum terus bergerak cepat dan terukur dalam melakukan penindakan kasus kejahatan yang belakangan ini meresahkan masyarakat, termasuk telah menangkap pelaku begal di kawasan Kaharudin Nasution baru-baru ini," ungkap Aidhil, Senin 12 Oktober 2026.
Menurut Aidhil, penindakan terhadap pelaku yang telah melakukan kejahatan perlu diimbangi dengan langkah pencegahan. Karena itu, patroli rutin dan pengawasan di lokasi yang rawan menjadi hal penting untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas.
"Pengawasan dan patroli di titik-titik rawan tindak kejahatan harus intens dilakukan. Ini untuk memastikan tidak ada ruang dan tempat bagi pelaku kejahatan untuk beraksi," tegasnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru itu juga menekankan bahwa penanganan kejahatan jalanan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Selain peran aparat, masyarakat dinilai dapat membantu pencegahan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Ia berharap upaya menjaga keamanan dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa dihantui kekhawatiran terhadap ancaman kejahatan.
"Kota Pekanbaru sebagai salah satu kota yang maju dan berkembang harus menjadi kota yang aman untuk semua. Masyarakat berhak beraktivitas tanpa dihantui rasa takut. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan keamanan lingkungan bersama pemerintah dan aparat penegak hukum," ujarnya.
Selain meminta pengawasan aparat diperkuat, Aidhil mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar rumah.
Ia menyarankan warga menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko menjadi sasaran kejahatan, seperti menggunakan telepon genggam saat berkendara atau melintasi jalanan sepi tanpa mempertimbangkan kondisi keamanan.
"Sebaiknya hindari aktivitas yang mencolok, seperti menggunakan handphone saat berkendara, menghindari lokasi atau jalanan yang sepi dan berbagai langkah pencegahan lainnya," harap Aidhil.
Ia berharap peningkatan patroli, penegakan hukum, dan partisipasi masyarakat dapat berjalan beriringan untuk menjaga keamanan lingkungan di Kota Pekanbaru.

