Kapal Mati Mesin di Perairan Meranti, 6 Penumpang Dievakuasi Tim Gabungan

Tim-sar-evakuasi-penumpang-kapal.jpg
Tim SAR evakuasi penumpang kapal mati mesin di Perairan Meranti. (Dok. SAR)

RIAU ONLINE, MERANTI - Perjalanan enam orang di perairan Sungai Dua Batang Suir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendadak terhenti setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin, Rabu, 30 September 2026.

Kapal yang saat itu bergerak dari Selatpanjang menuju Desa Batang Buah tersebut dilaporkan mengalami mati mesin di tengah perjalanan. Gangguan diduga terjadi pada bagian propeler sehingga kapal tidak lagi dapat melanjutkan pelayaran.

Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Pekanbaru. Informasi mengenai kondisi kapal diterima petugas pada pukul 08.45 WIB dari salah seorang penumpang yang berada di dalam kapal.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung bergerak melakukan evakuasi. Sebanyak lima personel dikerahkan menuju lokasi menggunakan RIB 03 Meranti. Di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi terhadap seluruh penumpang yang berada di atas kapal.

"Setelah menerima informasi adanya kapal mengalami mati mesin, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," ujar Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi.



Enam orang yang berada di kapal atau enam POB (Person on Board) akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR dalam kondisi selamat. Seluruh POB kemudian dibawa menuju Pelabuhan Suak Meranti untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sekaligus memastikan kondisi mereka setelah mengalami kendala di tengah perjalanan.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban dalam kondisi kritis dalam peristiwa tersebut. Operasi penyelamatan berjalan dengan seluruh POB berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kantor SAR Pekanbaru mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran agar tidak mengabaikan aspek keselamatan sebelum meninggalkan pelabuhan.

"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran untuk selalu memperhatikan kondisi kapal, mesin, serta perlengkapan keselamatan sebelum berangkat," imbaunya.

"Pemeriksaan terhadap mesin, baling-baling atau propeler, bahan bakar, hingga kelengkapan keselamatan dinilai penting untuk mengantisipasi gangguan selama berada di tengah perairan," tegas Budi