Diselimuti Asap Karhutla, Udara Pekanbaru Masih tak Sehat Usai Diguyur Hujan

Asap-di-Pekanbaru2.jpg
Asap karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada Senin 29 September 2026 malam belum mampu sepenuhnya membersihkan udara Kota Pekanbaru dari polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki Rabu 30 September 2026 pagi, kualitas udara di Pekanbaru masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat halus masih cukup tinggi meski hujan sempat turun pada malam sebelumnya.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺) Pekanbaru tercatat 161 atau masuk kategori Tidak Sehat.

Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 69,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³).



Pada waktu yang sama, suhu udara tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 5 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 79 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian karena polusi PM2.5 merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan kualitas udara, terutama ketika kabut asap akibat karhutla masih memengaruhi kondisi atmosfer.

Hujan yang turun pada Senin malam memang berpotensi membantu menurunkan konsentrasi partikulat di udara. Namun, kualitas udara pada Rabu pagi menunjukkan dampaknya belum sepenuhnya bertahan atau sumber polusi masih memengaruhi wilayah Pekanbaru.

Dengan AQI⁺ mencapai 161, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting dilakukan karena kondisi dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin, curah hujan, serta aktivitas sumber polusi di sekitar wilayah Pekanbaru dan daerah lainnya di Riau.