RIAU ONLINE, PEKANBARU - Brigjen Pol Simson Zet Ringu resmi menjalankan tugas barunya sebagai Wakapolda Riau setelah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) menggantikan Brigjen Hengki Haryadi. Namun, pada hari pertamanya menjabat, situasi keamanan Kota Pekanbaru justru diwarnai dugaan aksi perampasan yang melibatkan senjata api.
Belum selesai warga dibuat resah dengan kasus begal yang terjadi sebelumnya, dugaan aksi perampasan kembali terjadi di Kota Bertuah. Kali ini, peristiwa tersebut disebut berlangsung di Jalan Mustafa Yatim, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @riau_asik melalui sebuah video berdurasi sekitar 2 menit 40 detik yang memuat informasi mengenai dugaan aksi perampasan pada dini hari.
Dalam informasi yang beredar, aksi tersebut diduga dilakukan oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hitam. Kedua pria tersebut diduga merampas dua unit telepon seluler milik korban.
Namun, dugaan aksi kriminal tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena salah seorang pelaku disebut membawa senjata api.
Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar, senjata api tersebut sempat digunakan untuk melepaskan tembakan ketika pelaku berada di sekitar lokasi kejadian. Peluru atau tembakan itu disebut mengenai bagian pintu rumah seorang warga.
"Informasi awal, ada dua orang menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam. Mereka diduga merampas dua unit handphone," tulis akun Instagram @riau_asik dalam unggahannya.
Dalam unggahan yang sama disebutkan bahwa kedua terduga pelaku diduga menggunakan senjata api dan sempat melepaskan tembakan hingga mengenai pintu rumah warga.
Informasi tersebut tentunya menambah kekhawatiran masyarakat. Sebab, aksi yang awalnya diduga berupa perampasan telepon seluler berubah menjadi peristiwa yang berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Terlebih lagi, peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat sebagian besar masyarakat tengah beristirahat.
Suara tembakan yang terdengar di kawasan permukiman pada dini hari juga berpotensi memicu kepanikan dan keresahan warga.
Meski demikian, informasi mengenai identitas pelaku, jenis senjata api yang digunakan, maupun kronologi lengkap penembakan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua, saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan.
"OK, kita lidik," singkat Kombes Pol M Hasyim Risahondua.
Dugaan aksi begal bersenpi tersebut terjadi pada hari yang sama dengan rangkaian agenda resmi pergantian Wakapolda Riau.
Brigjen Pol Simson Zet Ringu resmi dilantik dan menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau menggantikan pejabat sebelumnya.
Dengan demikian, pada hari pertamanya menjalankan tugas sebagai orang nomor dua di jajaran Polda Riau, isu keamanan masyarakat di Kota Pekanbaru langsung menjadi salah satu perhatian.
Polda Riau bersama jajaran Polresta Pekanbaru menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu, 26 September 2026 malam.
Patroli tersebut menyasar sejumlah titik di Kota Pekanbaru, salah satunya di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Samsat Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Turut dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Riau, Karo Ops Polda Riau, sejumlah pejabat utama Polda Riau, Kapolresta Pekanbaru serta jajaran.
Patroli KRYD dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di tengah munculnya sejumlah aksi kriminal yang membuat masyarakat resah.
Kehadiran personel kepolisian di sejumlah ruas jalan dan titik keramaian diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminal sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

