RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala kantor wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudi F Sianturi memimpin razia di Lapas perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis, 24 September 2026 malam.
Razia ini merupakan upaya mempersempit ruang penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau.
Tak hanya melibatkan jajaran internal, operasi pengawasan ini juga diperkuat dengan sinergi bersama Brimob Polda Riau, Koramil 05, Polsek Bukit Raya serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru.
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian warga binaan serta area-area yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Selain pemeriksaan kamar, petugas BNN Kota Pekanbaru turut melaksanakan tes urine. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas Perempuan Pekanbaru.
Rudy mengatakan, razia dan tes urine bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
"Razia dan tes urine ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat deteksi dini. Kita ingin memastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika," ujar Rudy, Jumat, 25 September 2026.
Menurutnya, upaya menjaga lapas tetap kondusif tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Karena itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan.
"Sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN akan terus kita perkuat,” tegasnya.
Razia dan tes urine tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Riau dalam melakukan pencegahan gangguan keamanan secara berkelanjutan.
"Dengan pengawasan yang dilakukan secara konsisten serta dukungan lintas instansi, lingkungan pemasyarakatan diharapkan tetap aman dan tertib sehingga proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

