Riau Kembali Membara, 8 Daerah Dikelilingi 302 Titik Panas

Ilustrasi-titik-panas1.jpg
Ilustrasi titik panas (Dok. BMKG)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menjadi penyumbang titik panas (hotspot) terbanyak di wilayah Sumatera. Berdasarkan pantauan terbaru hingga pukul 23.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 302 titik panas terdeteksi di Riau dari total 582 titik panas di Sumatera.

Data tersebut menunjukkan Riau menyumbang lebih dari separuh total titik, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 118 titik, disusul Kabupaten Pelalawan 107 titik.

Selain itu, titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir 35 titik, Kota Dumai 23 titik, Kabupaten Rokan Hilir 8 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 7 titik, serta masing-masing 2 titik di Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti.

Sementara itu, beberapa provinsi lain di Sumatera mencatat jumlah titik panas yang lebih rendah, seperti Aceh 36 titik, Sumatera Selatan 34 titik, Bengkulu 28 titik, Jambi 25 titik, Sumatera Utara 18 titik, Lampung 7 titik, dan Sumatera Barat 3 titik.


Sementara itu, cuaca di Riau diperkirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Kampar dan Kuantan Singingi, pada pagi hari. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi.

Memasuki malam hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan ringan di Rokan Hulu, Siak, dan Pelalawan. Sedangkan dini hari diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di Pelalawan dan Indragiri Hulu.

BMKG juga mencatat suhu udara berkisar antara 23,0-34,0 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 55-99 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10–30 km per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau tergolong rendah.

Meski terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, mengingat tingginya jumlah titik panas yang terpantau di Riau. BMKG juga menyatakan tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem pada periode ini.