Lewat Terapi Gen, Amerika Serikat Garap Vaksin Covid-19

Virus-Corona2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, WASHINGTON-Universitas Harvard dan peneliti di dua rumah sakit yang berafiliasi dengan mengadaptasi terapi gen untuk mengembangkan vaksin virus corona SARS-CoV-2. Terapi gen telah terbukti secara klinis dapat memperbaiki kerusakan gen atau mutasi gen yang menyebabkan suatu penyakit. 

The New York Times melaporkan, vaksin corona hasil dari terapi gen ini akan mulai diuji coba ke manusia pada akhir 2020. 
Untuk membuat vaksin penangkal COVID-19, penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2, peneliti memakai metode yang telah digunakan dalam terapi gen untuk penyakit bawaan, seperti kebutaan yang diidap secara turun temurun.

Virus yang tidak berbahaya digunakan sebagai vektor, atau carrier, untuk membawa DNA virus ke dalam sel pasien. 
Dalam hal ini, DNA harus semestinya dapat menginstruksikan sel untuk membentuk protein virus corona yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan infeksi di masa depan.

Sejauh ini, tim peneliti baru mempelajari efek dari sejumlah kandidat vaksin pada tikus.

Sedangkan eksperimen untuk meneliti keamanan dan potensi vaksin pada monyet akan dimulai satu bulan lagi. Namun dua dari tujuh kandidat vaksin menunjukkan hasil yang menjanjikan dan akan diuji coba pada manusia. 
ADVERTISEMENT

Pada tahap awal ini, Dr. Luk H. Vandenberghe, Direktur Grousbeck Gene Therapy Center di Massachusetts Eye and Ear, memperkirakan biaya pembuatan per dosis vaksin mulai dari 2,50 hingga 250 dolar AS atau sekitar Rp 38.000 hingga Rp 3,8 juta.


"Kami menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari yang lain," kata Dr. Vandenberghe, dikutip The New York Times.


Beberapa proyek vaksin lain melibatkan vektor virus, tetapi belum ada yang menggunakan virus adeno, seperti yang timnya lakukan. Menurutnya, pendekatan ini memiliki beberapa keunggulan.

Salah satu keunggulannya adalah bahwa jenis vektor, virus yang terkait adeno, atau AAV, adalah virus tidak berbahaya yang sudah digunakan dalam dua bentuk terapi gen yang disetujui dan telah diuji pada banyak pasien dan terbukti aman.

Kelebihan lainnya adalah bahwa teknik ini membutuhkan vektor dan DNA dalam jumlah yang sangat kecil untuk menghasilkan kekebalan, sehingga hasil dosisnya akan tinggi. 

Selain itu, banyak perusahaan obat dan biotek, besar dan kecil, sudah menghasilkan virus terkait adeno dan dapat dengan mudah beralih ke memproduksi bentuk yang dibutuhkan untuk vaksin.


Penelitian ini adalah salah satu dari setidaknya 90 proyek vaksin di seluruh dunia dalam upaya untuk memperlambat laju pandemi. 
Satu masalah potensial yang harus diwaspadai oleh setiap proyek vaksin adalah peningkatan penyakit: kemungkinan bahwa suatu vaksin, alih-alih mencegah infeksi, sebenarnya dapat membuat penyakit menjadi lebih buruk.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com