ISIS Peroleh Dana dari Tebusan Sandera yang Diculik

ISIS-Culik-Orang-Demi-Dapatkan-Uang-Tebusan.jpg
(REUTERS)

RIAU ONLINEKelompok teroris yang tergabung dalam Negara Islam Suriah Irak (ISIS) telah meraup juta Dolar Amerika Serikat dari uang tebusan sandera yang mereka culik. 

 

Sandera-sandera yang diculik tersebut, merupakan warga Kristen-Asiria, setahun lalu. Ini diperoleh dari laporan beberapa pejabat Kristen dan sebuah kelompok oposisi, Senin (22/2/2016) waktu setempat. Sejauh ini sudah 230 sandera dibebaskan.

 

(Baca Juga: Tak Hanya Tangkap Pendeta Kristen, China Hancurkan Gereja

 

Pembebasan itu mengakhiri kisah suram selama satu tahun penuh bagi warga Kristen, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Anggota kelouarga mereka diculik dan tidak pernah terdengar kabar apapun dari mereka.

 

Younan Talia dari Assyrian Democratic Organization mengatakan kepada Associated Press, sekitar 40 sandera dibebaskan Senin pagi dan tiba di bagian timur laut Kota Tal Tamr.

 

Ia menjelaskan, pembebasan itu dilakukan setelah dimediasi oleh seorang Pastur Asiria terkemuka di bagian utara Suriah. Kelompok radikal tersebut menangkap warga Asiria, merupakan anggota kelompok Kristen lama, Februari lalu, usai mendatangi beberapa komunitas di bagian selatan Sungai Khabur di timur laut Provinsi Hassakeh.

 

Menculik guna mendapat uang tebusan merupakan sumber pendapatan utama ISIS dalam beberapa tahun ini. Mereka menculik sejumlah wartawan dan pekerja bantuan, membebaskan beberapa sandera dengan uang tebusan dalam jumlah besar serta sebagian lainnya dibunuh.

 

(Klik Juga: Pasukan Kristen Ini Siap Mati Lawan ISIS

 

Bulan November lalu, ISIS mengatakan, telah membunuh seorang warga Norwegia dan seorang warga China, setelah dua bulan sebelumnya menuntut uang tebusan untuk membebaskan mereka.

 

Talia mengatakan, ISIS menuntut uang tebusan 18 juta Dolar AS bagi pembebasan warga Kristen-Asiria. Ia mengatakan, jumlah uang tebusan itu kemudian diturunkan setelah beberapa kali perundingan. Ia tidak tahu pasti jumlah uang tebusan yang akhirnya disepakati.

 

Osama Edward, Direktur Assyrian Human Rights Network yang berkantor di Stockholm, seperti dilansir dari voaindonesia.com, mengatakan 42 warga Kristen, perempuan dan anak-anak, telah dibebaskan. Kelompok pemantau HAM Suriah yang berkantor di London mengatakan 17 dari 42 yang dibebaskan itu adalah perempuan.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline