341 Hektare Sawah Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi di Padang Pariaman

341-Hektare-Sawah-Rusak-Akibat-Bencana-Hidrometeorologi-di-Padang-Pariaman.jpg
Kondisi sawah rusak di Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat, 28 November 2025. (ANTARA/HO-Istimewa)

RIAU ONLINE, PADANG PARIAMAN - Sedikitnya, sawah seluas 341 hektare dan 100-an hektare lahan jagung terdampak bencana akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman Yurisman mengungkapkan, petani gagal panen akibat bencana yang melanda.

"Ada yang terkena banjir, longsor, dan terendam banjir. Petani gagal panen," ujarnya, dikutip dari ANTARA, Jumat, 28 November 2025.

Yurisman mengungkapkan, total kerugian pada sektor pertanian khususnya padi dan jagung diperkirakan sekitar Rp13 miliar. Angka tersebut belum termasuk irigasi-irigasi yang rusak dan jenis tanaman lainnya yang terdampak.


Ia mengatakan lahan pertanian yang terdampak bencana tersebut tidak terdaftar dalam asuransi pertanian, sehingga akan menyulitkan petani menanam kembali sebab tanaman sekarang tidak membuahkan hasil.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Padang Pariaman meminta pemerintah provinsi dan pusat membantu petani yang sawahnya rusak karena bencana.

"Mudah-mudahan bisa dikabulkan termasuk benih dan pupuknya," katanya.

Ia mendorong petani di daerah itu mengasuransikan lahan pertaniannya agar ketika terjadi gagal panen maka perusahaan asuransi akan mengganti kerugian yang ditimbulkan.

"Per hektare itu murah. Tapi jika terjadi gagal panen maka akan diganti rugi Rp6 juta per hektare," ujarnya. (ANTARA)