Mandul di Kandang, PSPS Pekanbaru Ditahan Imbang Garudayaksa FC Tanpa Gol

PSPS-Pekanbaru-vs-Garudayaksa-FC7.jpg
PSPS Pekanbaru vs Garudayaksa FC di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu, 28 Februari 2026 (Dok. PSPS Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pertandingan antara PSPS Pekanbaru dan Garudayaksa FC di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 20.30 WIB berakhir imbang 0-0. 

Bermain tanpa dukungan langsung dari suporter di tribun, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga 2x45 menit berjalan sengit namun berakhir dengan skor kacamata.

Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah PSPS langsung mengambil inisiatif serangan. Tim berjuluk Askar Bertuah tersebut tampil percaya diri dengan penguasaan bola yang lebih dominan. 

Umpan-umpan pendek cepat dan pergerakan di sisi sayap beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Garudayaksa FC.

Namun, dominasi itu belum mampu dikonversi menjadi gol. Sejumlah peluang yang tercipta masih gagal menemui sasaran akhir. Penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat papan skor tetap tak berubah.

Di sisi lain, Garudayaksa FC bukan tanpa perlawanan. Mengandalkan serangan balik cepat, tim tamu beberapa kali berhasil menembus lini tengah PSPS. Meski demikian, rapatnya lini pertahanan serta sigapnya penjaga gawang membuat peluang tersebut tak membuahkan hasil.

Jual Beli Serangan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Kedua tim tampil lebih terbuka dan saling menekan. Laga pun berlangsung dalam tensi tinggi dengan intensitas serangan yang terus meningkat.

Peluang emas sempat tercipta melalui kaki Everton Nascimento. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti hampir saja mengoyak jala PSPS. Beruntung bagi tuan rumah, penjaga gawang Erlangga Setyo tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial.

"Pertandingan berjalan sangat ketat. Kami sudah berusaha maksimal dan menciptakan beberapa peluang, tapi memang belum beruntung," ujar Aji Santoso.

Tak lama berselang, Garudayaksa kembali mengancam melalui Alfin Faiz pada menit ke-75. Namun sepakan yang dilepaskannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Erlangga. 


Sepuluh menit kemudian, Alfin kembali mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Sayangnya, bola hasil tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang.

Peluang Emas di Penghujung Laga

PSPS yang tak ingin kehilangan poin di kandang sendiri mencoba meningkatkan tekanan menjelang akhir pertandingan. 

Masuknya Hari Nur Yulianto menggantikan Vieri Donny memberi warna baru di lini depan. Pada menit ke-88, peluang emas akhirnya tercipta. 

Hari yang berdiri bebas berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan terarah. Namun refleks cepat Rudi N Rajak, yang masuk menggantikan Yoewanto Benny di babak kedua, menggagalkan gol yang sudah di depan mata.

"Kami kecewa karena tidak bisa meraih tiga poin di kandang. Tapi saya apresiasi kerja keras seluruh pemain. Ini jadi evaluasi untuk laga berikutnya,” ujar kapten, Alfin Tuasalamony.

Tambahan waktu enam menit di penghujung laga membuat pertandingan semakin menegangkan. Kedua tim saling menekan, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.

Satu Poin yang Belum Memuaskan

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas membawa pulang satu poin. Bagi PSPS, hasil tersebut tentu terasa kurang maksimal, terlebih bermain di hadapan publik sendiri meski tanpa penonton di tribun.

Sementara bagi Garudayaksa FC, mencuri satu poin dari kandang lawan menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi di papan klasemen.

Berikut susunan pemain kedua tim

PSPS Pekanbaru: Erlangga Setyo Dwi (kiper), Muhammad Zidan, Misbakus Sholikin, Muhammad Reza Kusuma, Antonio Augusto, Franscis Yagihr, Asir Aziz, Dendi Agustian, Alfin Tuasalamony (kapten) Viery Donny Ariyanto, Douglas Nonato. 

Pelatih: Aji Santoso 

Garudayaksa FC: Yoewanto Stya Benny (kiper), Vytas Gapuiyis, Aditia Gigis, Everton Nascimento (kapten), Muhammad Raihan, Arapenta Lingka, Alfin Faiz, Komang Tri Arta, Dedi Tri Maulana, Muhammad Bagus, Crystian Frydek. 

Pelatih: Muhammad Ridwan.