RIAU ONLINE, PEKANBARU - Performa PSPS Pekanbaru bersama pelatih Aji Santoso pada kompetisi Liga 2 Championship musim 2025–2026 hingga kini belum menunjukkan hasil yang impresif.
Tim berjuluk Askar Bertuah itu masih berjuang menemukan konsistensi permainan di tengah ketatnya persaingan.
Aji Santoso resmi menangani PSPS sejak 13 Oktober 2025, setelah sebelumnya berpisah dengan Persela Lamongan. Namun, dari total 16 pertandingan yang telah dijalani di bawah arahannya musim ini, hasil yang diraih masih jauh dari harapan.
Pelatih kelahiran 6 April 1970 tersebut hanya mampu mempersembahkan empat kemenangan, tujuh hasil imbang, serta lima kekalahan.
Catatan tersebut membuat posisi PSPS di putaran ketiga kompetisi belum stabil. Saat ini, PSPS menempati peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi 24 poin, hasil dari lima kemenangan, sembilan kali imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim berjalan.
Raihan itu menunjukkan bahwa tim masih kesulitan menjaga performa konsisten, terutama dalam mengamankan kemenangan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pencapaian Aji Santoso pada musim sebelumnya.
Pada Liga 2 musim 2024–2025, pelatih asal Malang, Jawa Timur itu sempat membawa PSPS tampil kompetitif dan hampir meraih tiket promosi ke Liga 1.
Kala itu, PSPS nyaris lolos setelah tampil kuat sepanjang kompetisi. Namun langkah mereka terhenti usai kalah tipis 0–1 dari Deltras Sidoarjo dalam perebutan posisi ketiga.
Sepanjang musim tersebut, Aji Santoso mencatatkan performa lebih meyakinkan dengan torehan 10 kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari 23 pertandingan.
Pengalaman Aji yang juga pernah menangani Persebaya Surabaya serta Timnas Indonesia U-23 saat itu mampu membawa PSPS menjadi salah satu tim kuat di Liga 2.
Kini, tantangan besar kembali menanti Aji Santoso untuk mengangkat performa Askar Bertuah agar mampu bersaing di papan atas dan menjaga peluang tetap terbuka pada sisa kompetisi musim ini.

