OJK-BEI Siapkan Skema Jaga Pasar Modal Saat IHSG Tertekan

Ilustrasi-Saham.jpg
Ilustrasi (INTERNET)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan skema untuk menjaga stabilitas pasar modal serta memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG anjlok hingga lebih dari 8 persen dalam dua hari, sehingga, OJK dan BEI harus melakukan serangkaian penyesuaian kebijakan dan menyiapkan aturan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, masukan dari MSCI dipandang sebagai sinyal positif karena lembaga indeks global tersebut masih menunjukkan komitmen memasukkan saham Indonesia dalam indeksnya.

Hal ini menegaskan bahwa pasar modal nasional dinilai tetap potensial bagi investor internasional.

Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memastikan saham-saham emiten Indonesia tetap memenuhi kriteria indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).


"Kami melihat bahwa lembaga itu tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sangat potensial dan investable bagi investor internasional," kata Mahendra, dikutip dari KUMPARAN, Jumat, 30 Januari 2026.

Adapun aturan yang disiapkan antara lain:

  1. Penyesuaian Perhitungan Free Float

  2. Transparansi Kepemilikan Saham di Bawah 5 Persen

  3. Aturan Free Float Minimal 15 Persen

  4. Dukungan Regulasi Demutualisasi Bursa

Mahendra menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen regulator dan BEI untuk menahan tekanan IHSG, menjaga kredibilitas pasar, serta mencegah berkurangnya representasi saham Indonesia dalam indeks global di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan.