Pemprov Tunjuk BUMD Riau Petrolium Penerima PI 10 Persen Blok Siak

blok-Siak-Petrolium.jpg
(Yan)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau Petrolium Siak sebagai mitra pemegang participating interest (PI) 10 persen dari PT Pertamina Hulu Siak (PHE) pengelolaan Blok Siak.

PT Pertamina Hulu (PHE) Siak selaku kontraktor di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas telah menandatangani Perjanjian Pengalihan dan Pengelolaan 10 persen PI pada Wilayah Kerja Siak dengan PT Riau Petroleum Siak pada Selasa, 7 Agustus 2018.

“PHE Siak mendukung penuh penyertaan Participating Interest 10% kepada pemerintah daerah. Ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk bersama-sama semakin memajukan industri migas di Riau, guna mendukung kebutuhan energi nasional dan kebutuhan pelaku industri khususnya yang wilayah kerjanya yaitu provinsi Riau,” tutur Direktur Operasi dan Produksi PHE Siak, Ekariza.

Dengan pengalihan PI ini, sinergi antara PHE Siak dengan PT Riau Petroleum Siak serta Pemerintah Daerah Riau diharapkan dapat memperlancar kegiatan operasi di Blok Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku penandatanganan perjanjian PI 10 persen kedua perusahaan itu merupakan kemajuan bagi Riau dalam pengelolaan migas.

"Ini suatu kemajuan bagi kami di daerah dalam pengelolaan migas di Riau," katanya, seusai melakukan penandatangan perjanjian pengalihan dan pengelolaan PI 10 persen, di Balai Pauh Janggi.

Menurut Andi-sapaan Arsyadjuliandi, semestinya penandatanganan perjanjian PI 10 persen itu bersamaan dengan Blok Kampar, namun Pemprov Riau hingga kini masih belum siap dalam penyelesaian administrasi sebagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk menerima PI 10 persen Blok Kampar.

Andi berharap PHE mampu menjalin komunikasi yang baik dengan Riau Petrolium Siak dalam melkasanakan kegiatan demi meningkatkan produksi minyak di wilayah tersebut. Andi berharap kedua perusahaan tersebut mampu melibatkan masyarakat dalam penyerapan tenaga kerja.

"Dengan tumbuhnya industri migas di Riau, kami menginginkan adanya tenaga kerja dan transfer ilmu dan teknologi kepada anak Riau yang memiliki potensi," ujarnya.

Pertamina Hulu Siak (PHE Siak) adalah operator dari Kontrak Bagi Hasil pada Wilayah Kerja Siak yang ditandatangani dengan SKK Migas dan berlaku efektif sejak tahun 2014. Wilayah operasi PHE Siak mencakup area sekitar 2.484 kilometer persegi di cekungan sumatera tengah yang terbagi menjadi 3 area yaitu Siak I (Buaya, Tanjung Medan), Siak II (Batang), dan Siak III (Jingga, Kelabu, Lindai, Rintis, dan Menggala South). Saat ini 2 lapangan aktif dikelola PHE Siak yaitu Lapangan Lindai dan Lapangan Batang, dan di tahun 2018 ini PHE Siak telah melakukan pengeboran eksplorasi kumis-2.