Aktual, Independen dan Terpercaya


Warga Tuding PT Arara Abadi Buka Kanal Hingga Jalan Terendam Setinggi Lutut Dewasa

Kanal-PT-Arara-Abadi-Dibuka-Jalan-Banjir.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jalan satu-satunya penghubung antara Teluk Meranti, Kabupatenn Pelalawan dengan destinasi wisata Ombak Bono, kini porak-poranda akibat genangan air dari luapan kanal diduga milik korporasi PT Arara Abadi, anak grup PT Sinar Mas (APP Group). 

Lurah Teluk Meranti, Mursyidin menyebutkan, akibat luapan kanal tersebut, 40 titik genangan air telah memutus jalanan selalu dilalui masyarakat lokal. 

"Kalau genangannya ada setengah lutut dewasa, ada ampir selutut dewasa. Kalau dihitung-hitung, mencapai 40 titik jalan yang tergenang. Jalanan itu menghubungkan antara Teluk Meranti hingga Pulau Muda," kata Lurah Teluk Meranti, Mursyidin, melalui sambungan telepon, Senin, 27 November 2017.

Inilah Kisah Kejahatan APP Grup Kepada Masyarakat Suku Adat Di Riau

20 Tahun Beroperasi, Konflik Suku Sakai Dan Arara Abadi Tak Kunjung Tuntas

Genangan air itu, menurutnya, sudah dua pekan terakhir erjadi. Hujan deras enggenangi Teluk Meranti membuat lahan PT Arara Abadi terendam. Sehingga, mau tidak mau korporasi ini membuka sekat kanal memutus debit air di kanal lahan. 

"Jadi karena memang curah hujan di sini tinggi, mau tidak mau kanal itu dibuka. Jadi jalan kami ini tenggelam sebagian," jelasnya.

Komunikasi intensif antara kedua belah pihak, masyaraka PT Arara Abadi, telah dilakukan. Korporasi beranggapan genangan air tersebut disebabkan tingginya air hujan, bukan karena mereka membuka sekat kanal.

Kanal di Lahan PT Arara Abadi,

INILAH kanal di lahan PT Arara Abadi, anak PT INdah Kiat, Grup Asia Pulp and Paper (APP), diduga dibuka dan mengakibatkan Jalan Lintas Bono menghubungkan Pangkalan Kerinci dengan Teluk Meranti, terendam.

"Ini kami baru saja bertemu. Alasannya karena hujan tinggi. Nah, kalau memang karena hujan tinggi, kenapa kebun masyarakat di sini tak tergenang air. Tergenang itu cuma dilewati kanal perusahaan," jelasnya geram.

Tak ada jalan lain, mereka meminta kepada PT Arara Abadi agar cepat tanggap peduli memperbaik genangan jalan satu-satunya penghubung menuju destinasi wisata Ombak Bono.

"Kalau kami mana bisa. Ini kanal-kanal disini di keruk. Kalau sudah lancar, ini tidak masalah. Terus sungai Merawang ini juga dikeruk. Kemudian jalan ini ditinggikan," tutupnya kesal.

Sementara itu, Humas PT Arara Abadi, anak perusahaan Sinar Mas dan Asia Pulp and Paper (APP), Nurul Huda menepis tudingan dilontarkan Lurah Teluk Meranti teersebut. 

Ia menampik jika PT Arara Abadi telah membuka kanalny. Itu tidak benar. Hasil pengecekan ke petugas dan penanggung jawab Distrik, perusahaan kehutanan ini sama sekali tak ada aktivitas membuka kanal, mulai dari Teluk Meranti ke Pulau Muda.

"Sebab tidak logis rasanya jika perusahaan buka kanal, maka secara langsung maupun tidak mempengaruhi Kanal Blocking selama dibuat bagian dari Program Pencegahan Karhutla Riau," tuturnya.

Dibohongi 20 Tahun, Warga Sakai Bathin Tagih Janji PT Arara Abadi

Lihat, Akses Ke Kampung Masyarakat Asli Riau Ini Memprihatinkan

Posisi kanal Blocking, ujarnya. berada di batas wilayah konsesi perusahaan dengan hutan lindung. Sementara kawasan lindung berada di kontur tanah elevasinya rendah dari kanal blocking. 

"Kita telah sama-sama mengecek di lapangan dengan aparat kecamatan dan desa, Jumat pekan lalu. Memang akhir-akhir ini di daerah Teluk Meranti sekitarnya hujan cukup lebat, jadi kuat dugaan kita karena curah hujan cukup lebat," tuturnya.

Sementara kebun warga tidak tergenang air, alasan Nurul, berdasarkan perhitungan dan pengecekan selama ini, kebun tersebut kontur tanahnya lebih tinggi dari jalan.

"Kta menawarkan melihat secara langsung, apakah benar perusahaan membuka kanal atau tidak,  melalui darat maupun udara. Selama ini perusahaan tidak pernah tidak membantu masyarakat dalam penanganan banjir. Kita sadari keberadaan perusahaan harus menjadi mitra masyarakat dan meringankan beban masyarakat," pungkas Nurul saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id