Teringat Ardhie, Sopir Go Car, Hingga Kini Orangtua tak Mampu Berlama-lama Tinggal di Rumah

Mobil-Suzuki-Ertiga-Milik-Ardhie-Nuraswan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sudah sebulan lebih, sejak 22 Oktober 2017 silam, Ardhie Nuraswan, dilaporkan hilang oleh keluarga ke pihak Kepolisian. Teka-teki dan misteri hilangnya mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) II Riau itu, mulai terkuak perlahan-lahan. 

Diawali dengan ditemukannya telepon seluler korban yang sudah rusak, namun masih bisa dipergunakan di semak-semak sekitar Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, berselang dua hari usai dilaporkan hilang. 

Bimo, adik korban membenarkan informasi iPhone 4 milik korban sudah ditemukan dalam keadaan rusak, namun tidak hancur sehingga masih bisa dioperasikan. "Iya, ditemukan di dekat SPBU Air Hitam. Rusak sih rusak. Mungkin karena iPhone jadi masih bisa dioperasikan," katanya.

Alhamdulillah, Sebulan Lebih, Baru Polisi Tangkap 4 Dari 6 Pelaku Pembunuhan Sopir Go Car

Innalillahi, Positif Ternyata Kerangka Di Kandis Mayat Sopir Go Car 

Titik terang tersebut mulai lebih jelas lagi saat ditemukan jasad manusia yang tinggal tulang-belulang dibungkus celana dan baju diyakini oleh keluarga korban, itu pakaian digunakan Ardhie saat menerima order dari pelanggan taksi online melalui aplikasi GoJek, Senin dinihari, 20 Oktober 2017 silam. 

Penemuan tersebut terjadi Rabu, 8 November 2017, oleh Charles, warga Kelurahan Telaga Sam-sam, Kandis, Kabupaten Siak, menemukan sesosok jasad tinggal tulang-belulang, di kebun kelapa sawit. 

Di lokasi, polisi menemukan seutas tali nilon warna kuning sepanjang lebh kurang satu meter, celana panjang Levis berwarna biru, satu baju kaos oblong dan satu celana dalam.

Ardhie Nuraswan

ARDHIE Nuraswan, Sopir Go Car yang hilang sejak Senin dinihari, 23 Okotber 2017, saat menerima order taksi online. 

Usai itu, jasad dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini. Guna memastikan, apakah jasad tersebut milik Ardhie, kepolisian sudah mengirimkan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) ke Labfor Mabes Polri. Sayangnya, hingga kini hasilnya belum diketahui.

Dijadwalkan hasil tes DNA keluar tiga hari lagi. "Sambil menunggu identifikasi ilmiah, kita terus memperdalam alat bukti. Bagaimana proses penjemputan dan pembuangan korban," kata Kapolresta Pekanbaru, Konbes Pol  Susanto, Senin, 27 NOvember 2017. 

Mengenai hasil dari tes DNA akan keluar, Rido, serta kedua orangtuanya mengaku hanya bisa pasrah. Ia mengatakan, saat ini usaha yang dilakukan hanya berdoa.

Apalagi, mobil merk Suzuki Ertiga warna putih dengan nomor polisi BM 1654 NV, ditemukan sudah rusak parah di dalam jurang di Karo, Sumatera Utara. Mobil tersebut ditemukan pekan lalu, Selasa, 14 November 2017 dengan kerusakan di bagian depan, samping dan belakang.

Mobil Sopir GoCar Ardhie Ditemukan Di Jurang Di Sumatera Utara

Terkait Tes DNA, Keluarga Ardie Nursawan Ternyata...

Penelusuran RIAUONLINE.CO.ID, orangtua Ardhie hingga kini tak mampu berlama-lama tinggal di rumah selama ini mereka huni di Perumahan Delima Puri, Jalan Delima, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Sebelumnya, keluarga korban, Rido mengungkapkan, kedua orangtuanya, lebih banyak berada di kampung halamannya, di Rokan Hilir.

Tetangga korban, tak ingin disebut namanya mengungkapkan, sudah beberapa hari terakhir rumah keluarga tersebut kosong tak berpenghuni. 

"Terakhir kedua orangtua bersama Rido dan Bimo ada di rumah ini saat menyerahkan DNA ibu kandung korban ke kepolisian (awal November)," ungkapnya. 

Tetangga juga mengungkapkan, kedua orangtua Ardhie tidak sanggup berlama-lama di rumah tersebut. Menurutnya, orangtua korban selalu menangis saat melihat barang-barang milik korban masih tersimpan rapi. Sehingga keluarga memilih tidak menempati rumah itu untuk sementara waktu. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id