RIAU ONLINE, DUMAI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kota Dumai, Riau. Sedikitnya 120 hektare lahan di wilayah Tanjung Palas dan Mundam dilaporkan terbakar.
Kebakaran dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Dalam waktu singkat, lahan gambut dan kawasan hutan di dua wilayah tersebut dilalap si jago merah.
Akibat kejadian ini, kabut asap tebal mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Dumai. Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, asap juga menurunkan jarak pandang, terutama pada malam hari, sehingga membahayakan pengendara.
Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, mengatakan hingga saat ini petugas masih terus berupaya memadamkan api di lokasi.
“Petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman cukup terkendala oleh keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca yang panas,” ujar Sugiyarto, Senin, 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penanganan kebakaran melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD Kota Dumai, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api dan warga setempat.
“Semua unsur kita libatkan untuk mempercepat penanganan, namun kondisi di lapangan memang cukup menantang,” tambahnya.
Sugiyarto juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan,” tutupnya.

