Lima Tuntutan Massa Aksi di Tugu Tani Soroti Persoalan Lingkungan hingga Korupsi

Lima-Tuntutan-Massa-Aksi-di-Tugu-Tani-Soroti-Persoalan-Lingkungan-hingga-Korupsi.jpg
BEM UI Bawa 5 Tuntutan dalam Aksi di Tugu Tani, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan (Liputan6.com)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil melakukan aksi demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.

Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra mengatakan, massa aksi ini membawa lima poin tuntutan yang salah satunya menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Di hari ini kita membawa lima tuntutan. Yang pertama adalah untuk menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional dan untuk memulihkan ekosistem di sana tentunya," kata Fathimah. dikutip dari Liputan6.com.

Tuntutan kedua berkaitan dengan pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.



Ketiga, mahasiswa mendesak penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi. Fathimah mengatakan tuntutan tersebut kembali disuarakan karena mahasiswa menilai belum ada perubahan yang berarti.

"Ini juga tuntutan yang sudah cukup sering kita bawa, tapi masih harus kita bawa lagi karena rasanya belum terlalu ada perubahan," ujarnya.

Tuntutan keempat adalah pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mahasiswa menilai persoalan tersebut masih mengkhawatirkan dan perlu menjadi perhatian pemerintah.

Sementara itu, tuntutan kelima menyangkut sektor pendidikan. BEM UI mendesak penurunan biaya pendidikan dan perwujudan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.Fatimah menjelaskan, aksi ini berbeda dari aksi-aksi sebelumnya. Massa aksi menghadirkan pertunjukan dan kegiatan lain untuk menciptakan suasana aksi yang lebih terbuka.

Selain BEM UI, aksi di Tugu Tani juga diikuti mahasiswa dari IPB University, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta sejumlah elemen masyarakat sipil.