RIAU ONLINE - Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) akan menyampaikan laporan yang dimuat dalam 10 buku tebal kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Ada 10 buku tebal-tebal gitu ya," kata Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Mei 2026, dikutip dari kumparan.
Mahfud merincikan 10 buku tersebut terdiri dari 8 buku yang berisi transkrip aspirasi masyarakat dan rencana Polri, serta 2 halaman resume.
"Yang delapan verbatim suara-suara masyarakat dan rencana Polri sendiri, kemudian yang dua halaman itu resume," bebernya.
Namun, Mahfud belum merinci detail yang menjadi prioritas dalam laporan itu. Ia mengaku masih menunggu arahan dari Prabowo.
"Belum tahu. Nanti sesudah dengan Presiden ya," ucapnya.
Hari ini, KPRP mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk melaporkan hasil rekomendasi yang telah dibuatnya kepada Prabowo.
Adapun, rekomendasi ini telah disetujui oleh DPR RI melalui Rapat Paripurna.
Selain Mahfud MD, sejumlah anggota Komisi Reformasi Polri juga nampak di Istana Negara hari ini. Seperti Jimmly Asshiddiqie, hingga eks Irwasum Polri Komjen Pol (purn) Ahmad Dofiri.

