Tenggat Oktober, Disdik Pekanbaru Didesak Bagikan Seragam Sekolah Gratis

Tekad-Indra-Pradana-Abidin.jpg
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Komisi III DPRD Kota Pekanbaru mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) segera merealisasikan penyaluran bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Pasalnya, program yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terealisasi pada Oktober 2026 itu kini telah memasuki batas waktu yang disepakati.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, mengatakan penyaluran bantuan tersebut perlu segera dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama orang tua siswa yang membutuhkan.

“Sesuai janji Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan, seragam gratis ini sudah bisa diberikan pada Oktober. Sekarang sudah akhir Oktober, jadi kita minta agar seragam ini segera disalurkan,” kata Tekad, Rabu 21 Oktober 2026.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, apabila seluruh seragam sekolah belum selesai disiapkan, Disdik Pekanbaru sebaiknya tidak menunda penyaluran bantuan yang sudah tersedia.

Menurutnya, seragam sekolah yang telah siap dapat disalurkan terlebih dahulu sehingga siswa dan orang tua tidak perlu menunggu hingga seluruh bantuan rampung.

“Kalau memang belum semuanya selesai, silakan yang sudah ada disalurkan dulu kepada masyarakat. Jadi, masyarakat bisa segera memperoleh manfaat dari bantuan seragam ini,” ujarnya.



Tekad menjelaskan, bantuan seragam sekolah gratis yang disediakan Pemko Pekanbaru saat ini mencakup tiga stel seragam bagi setiap siswa baru penerima bantuan.

Untuk siswa sekolah dasar (SD), bantuan tersebut berupa seragam merah putih. Sementara siswa sekolah menengah pertama (SMP) menerima seragam putih biru. Selain itu, siswa juga mendapatkan seragam pramuka dan pakaian olahraga.

Ia berharap program bantuan tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Komisi III DPRD Pekanbaru bahkan mempertimbangkan penambahan jenis bantuan berupa seragam Melayu dan batik melalui penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru.

“Untuk saat ini memang baru tiga stel seragam yang diberikan Pemko Pekanbaru kepada siswa baru. Namun, ke depannya kita berharap seragam Melayu dan batik juga bisa dianggarkan dalam APBD Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Tekad menegaskan, realisasi program seragam sekolah gratis harus menjadi perhatian serius Disdik Pekanbaru. Terlebih, Oktober 2026 telah ditetapkan sebagai tenggat waktu penyaluran bantuan tersebut.

Ia meminta Disdik segera menuntaskan persiapan dan mendistribusikan seragam kepada para siswa penerima manfaat sesuai komitmen yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kita sudah deadline Oktober ini dan Dinas Pendidikan menyanggupi itu. Karena itu, kita minta komitmen tersebut segera direalisasikan,” tegasnya.