RIAU ONLINE, PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah konkret untuk penanganan dampak kabut asap di Provinsi Riau. Seperti penanganan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Riau yang juga anggota Fraksi PKS DPRD Riau, Amal Fathullah, Rabu 13 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum melihat adanya langkah konkret dari Pemprov Riau untuk menangani lonjakan ISPA akibat kabut asap tersebut. Seperti penyediaan ruang oksigen dan masker gratis.
"Kita berharap ada langkah konkret terkait penanganan dampak ISPA, seperti ruang oksigen dan masker yang disediakan untuk menangani korban ISPA. Ini tentu harus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," ujarnya.
Pihaknya mendorong Pemprov Riau memberikan solusi nyata bagi masyarakat, dengan koordinasi yang sinergis di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya.
"Langkah pemerintah harus memberikan solusi nyata. Kita juga perlu mencontoh daerah yang sudah melakukan penanganan ISPA dengan baik," jelasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, setidaknya sudah ada 27.250 masyarakat Riau yang terpapar ISPA. Jumlah ini mencakup masyarakat di 12 kabupaten/kota di Riau.
Paparan ISPA paling banyak terjadi di Kota Pekanbaru dengan 7.434 kasus. Kemudian Kabupaten Kampar 3.629 kasus, dan Bengkalis 2.964 kasus.
Selanjutnya di Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus.

