RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menjalani masa pidana di balik jeruji besi bukan berarti kehilangan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Pesan inilah yang disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, saat memberikan tausiah kepada warga binaan.
Dalam kegiatan pembinaan keagamaan tersebut, Eko mengajak warga binaan menjadikan masa hukuman sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Karena itu, masa menjalani pidana hendaknya tidak hanya dipandang sebagai konsekuensi atas perbuatan di masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
"Jadikan masa di dalam Lapas ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan hanya melihat apa yang telah terjadi di masa lalu, tetapi pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," ujar Eko, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk meninggalkan kebiasaan buruk.
"Dengan tekad yang kuat, warga binaan diharapkan mampu menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama," jelasnya.
Selain mengajak warga binaan untuk mengevaluasi diri, Eko juga mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan melalui ibadah, menjaga kesabaran, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Nilai-nilai keagamaan tersebut dinilai penting sebagai landasan dalam membentuk karakter dan mengendalikan diri, sekaligus menjadi bekal ketika warga binaan nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan berbaur dengan masyarakat.
"Perkuat keimanan, perbanyak ibadah, dan jaga hubungan baik dengan sesama. Jadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, sehingga nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang positif," pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran spiritual sekaligus memotivasi mereka agar tetap memiliki harapan dalam menjalani proses pembinaan.
Bagi warga binaan, kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dukungan melalui pembinaan mental dan spiritual diharapkan dapat membantu mereka membangun pola pikir yang lebih positif serta menumbuhkan tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

