RIAU ONLINE, PEKANBARU – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak pagi hingga siang hari membawa dampak ganda bagi masyarakat. Di satu sisi, hujan membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara. Namun, di sisi lain, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah kawasan di ibu kota Provinsi Riau itu terendam banjir.
Berdasarkan data indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺) US, kualitas udara Pekanbaru tercatat berada di angka 107 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sementara itu, konsentrasi polutan utama, PM2.5, tercatat sebesar 37,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Meski kabut asap mulai berkurang setelah hujan mengguyur, genangan air justru muncul di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Rumbai.
Beberapa kawasan yang terdampak banjir di antaranya Jalan Harapan, Jalan Limbungan, dan Jalan Pramuka. Di Jalan Limbungan, ketinggian air bahkan mencapai hampir selutut orang dewasa.
Salah seorang warga Limbungan, Rony, mengatakan banjir di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Menurutnya, genangan air kerap muncul setiap kali hujan deras mengguyur Pekanbaru.
"Kalau udah hujan deras pasti banjir di sini," ujar Rony.
Ia menuturkan, air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB. Selain mudah tergenang, air di kawasan tersebut biasanya juga cepat surut setelah hujan mereda.
Namun, dalam kondisi tertentu, genangan banjir dapat bertahan cukup lama sehingga mengganggu aktivitas warga.
"Ada rumah yang mulai masuk air, terus ada juga mobil sama motor mogok karena maksa lewatin banjir," tuturnya.
Kondisi ini kembali menjadi perhatian masyarakat, mengingat banjir di sejumlah titik Rumbai kerap berulang setiap kali hujan deras melanda Kota Pekanbaru.

